Perbuatan Dua Oknum Polisi Coreng Citra PolriAndi Agoes : “Berharap Kapolda Bertindak Tegas”
2010-11-29 06:50:41
BALIKPAPAN, Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh dua oknum polisi dari Satuan Samapta Poltabes Samarinda Nas dan Ru yang dilaporkan telah memperkosa Wanita berinisial Lr (32) warga Samarinda membuat institusi kepolisian khususnya Polda Kaltim tercemar. Hal tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kaltim yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), H Andi Agoes Y, SH kepada media ini disela sela wisuda putrinya di Hotel Grand Senyiur Sabtu, (27/11). Masih menurut Andi Agoes, akibatnya semakin membuat kepercayaan masyarakat menjadi tidak simpatik dimana Polisi yang merupakan panutan dan pengayom masyarakat ternyata malah memberi contoh yang kurang baik kepada masyarakat, dimana perbuatan dua Oknum ini jelas jelas telah mencoreng citra Kepolisian. “Saya sangat menyesalkan sekali ada dua oknum Polisi Samarinda yang diduga telah melakukan tindakan asusila beberapa waktu lalu di wisma Bhayangkara terhadap wanita berinisial Lr ini, “tegas Andi Agoes. Andi Agoes memuji bahwa saat ini Kepolisian Republik Indonesia sudah sangat disanjung dan dihormati dari sabang sampai merauke oleh anak bangsa Indonesia sendiri. Tapi ada beberapa hal yang di daerah yang mungkin dianggapnya sebagai permasalahan sepele. Untuk itu harus ada perhatian serius dari pada petinggi Polri dalam memonitor jajarannya di seluruh pelosok tanah air. Seperti tindakan pemeriksaan urine setiap tiga bulan sekali, briepping, eveluasi kiinerja para anggota serta tindakan lain yang dianggap perlu. “Petinggi Polri harus tegas dan bijaksana dalam melakukan pengawasan kepada seluruh jajarannya. Jika perlu beri reward bagi mereka yang berprestasi dalam menjalankan tugas dan beri phanisment jika memang melakukan pelanggaran, “pinta Andi Agoes. Dengan demikian dapat diyakini bahwa dengan adanya seperti hal yang terjadi seperti ini dua oknum anggota kepolisian Poltabes Samarinda yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap wanita di Wisma Bhayangkara ini merupakan hal yang sangat memalukan sekali ini dapat menghancurkan nama baik Kepolisian Republik Indonesia khususnya yang berada di wilayah Samarinda. Inilah yang membuat masyarakat menjadi kecewa lanjut Andi Agoes, kalau tidak ditindak tegas takutnya nanti hal serupa terulang kembali. Untuk itu apabila dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Provost telah benar terbukti maka kedua oknum tersebut harus diberhentikan dengan tidak hormat dan langsung dicopot bajunya serta langsung dimasukan ke sel tahanan P3D ( pelayanan pengaduan penegakan disiplin ). “Saya percaya serta mengharafkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang, mudah mudahan dapat mengambil langkah dan tindakan sesuai dengan apa yang dibicarakannya kita tinggal menunggu saja hasilnya, “imbuh Andi Agoes. Kita sebagai rakyat tetap memberikan penghormatan kepada setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ada. ,Kita selalu menghormati dan juga saya menghimbau untuk hal ini supaya tidak terulang kembali. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga .seperti yang terjadi di Tarakan baru baru ini dimana ada oknum dari kepolisian telah malakukan bisnis sabu sabu inikan jelas mencoreng nama Kepolisian dan masyarakat menilai bagaimana mau memberantas Sabu sabu kalau pelakunya adalah “penegak hukum” sendiri yang melakukannya. Andi Agoes berharap Kapolda Kaltim dapat mengambil langkah inisiatip yang lebih baik lagi kedepan dan menindak dengan tegas aparat yang melakukan pelanggaran berat, seperti yang telah disampaikan Kapolda di beberapa media harian terkait kasus yang terjadi di Samarinda. “Kita tetap mendukung apapun hasilnya nanti, karena kita hanya sebagai rakyat bukanlah penyidik serta bukan pengambil keputusan, yang mengambil hak dan keputusan itu adalah Kapolda Kaltim Irjen Polisi Mathius Salempang, “ujar Andi Agoes Hal senada juga disampaikan Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Jaringan Masyarakat Pluralis Untuk Demokrasi (JAMRUD), Sukriyadi, SH. Apa yang dikatakan adalah benar adanya, para petinggi Polri harus dapat menindak tegas bagi seluruh anggota Polri yang terlibat berbagai macam kasus. Sebab jika tidak akan sangat mencoreng citra Polri. Sehingga citra Polri yang saat ini sedikit “tercoreng” dapat akan mendapat simpatik lagi dari masyarakat.edy
|