Balikpapan Meraih Predikat Nasional PKPD2010-11-30 03:59:01
BALIKPAPAN, Prestasi gemilang kembali diraih Kota Beriman setelah dinyatakan secara resmi kalau kota berpenduduk 640.000 jiwa lebih ini berhak meraih penghargaan nasional atas Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD) Bidang Cipta Karya dalam penyelenggaraan lingkungan pemukiman 2010 dari Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk kategori kota metro (kota besar). "Dari penilaian pusat, Balikpapan dianggap yang terbaik dalam menyelenggarakan pemukiman masyarakat, penghargaan itu diterima langsung wali kota Balikpapan H Imdaad Hamid, SE dari Menteri PU di Jakarta,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Balikpapan, Drs Suryanto MM, akhir pekan kemarin. Penerimaan predikat nasional PKPD diwakili Wali Kota H Imdaad Hamid SE untuk menerima tropi dan piagam sebagai juara I tingkat nasional atas keberhasilannya menyelenggarakan pemukiman masyarakat secara terpadu dan penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto, Jumat (26/11) lalu di Balai Kartini, Jakarta. Suryanto menjelaskan, penghargaan yang diberikan bukannya tidak beralasan, sebelumnya, sudah dilakukan penilaian oleh tim penilai independen yang berasal dari pusat mereka melakukan penilaian dibeberapa kawasan pemukiman masyarakat di Balikpapan seperti komplek perumahan Korpri Jl Soekarno Hatta Km 7 Batu Ampar serta pemukiman atas air Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat. Pemukiman atas air dulunya tergolong kawasan kumuh yang berdekatan dengan buffer zone kilang minyak Pertamina yang kemudian dihancurkan sementara penduduknya direlokasi ke pemukiman baru yang kini dikenal kawasan pemukiman atas air di Balikpapan Barat. Untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan, masyarakat sekitar dibantu pemerintah dan perusahaan sekitar, melakukan penghijauan termasuk penanaman mangrove, sedangkan untuk menjaga kebersihan, masyarakat membuat larangan membuang sampah berikut denda bagi mereka yang melanggar. Dari objek penilaian tersebut, Balikpapan berhasil meraih nilai terbaik dan menjadi juara pertama tingkat nasional mengalahkan Banjarmasin Kalimantan Selatan pada posisi kedua dan Kota Bogor, Jawa Barat yang menduduki peringkat ketiga nasional. ‘’Kita juara pertama dan ini pertamakalinya kita dapat juara pertama, sebelumnya tahun lalu kita pernah dapat juara kedua di Bidang Konstruksi Jalan dan Jembatan serta Penyelenggaraan Pemukiman artinya kita terus memperbaiki kondisi pemukiman yang ada,’’ terang Suryanto. Sementara itu, Kasubbid Sarana Prasarana Kota Bidang Fisik Bappeda Pemkot, Arfiansyah menyebutkan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan professional dan penilaian dilakukan secara terpadu khusus dibidang cipta kekaryaan dan ada empat sektor PKPD yang dinilai, yakni terkait penyehatan lingkungan pemukiman berupa drainase, air limbah, dan pengelolaan sampah dan sektor pengembangan pemukiman dan lingkungan. "Dan sektor terakhir berupa pengembangan air minum, tim melakukan penilaian secara fisik dengan melakukan pengecekan lapangan. Dan interview selain itu tim penilai juga meminta data perkembangan pemukiman tiga tahun terakhir serta perencanaan ke depan," terang Arfiansyah. Dalam pengelolaan pemukimaan masyarakat ini, tidak hanya Bappeda yang terlibat tetapi mengikutsertakan instansi teknis terkait lainnya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Tata Kota dan Pemukman (DTKP), Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) serta PDAM Balikpapan. Menurut Arfiansyah, semua instansi yang ada ini terlibat, jadi penilainnya secra terpadu dan dibutuhkan kekompakan dalam perencanaan dan realisasi pekerjaan di lapangan, berdasarkan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah (PKPD), penilaian tersebut bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar semakin meningkatkan kualitas layananannya di bidang sarana dan prasarana publik khususnya di bidang pekerjaan umum cipta karya. Dengan demikian lanjutnya, sebagaimana yang diamanatkan di dalam Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, dapat terealisasi dengan mengedepankan keberpihakkan kepada masyarakat, untuk mencapai masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. "Keberhasilan ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat yang telah berprestasi membangun dan mengelola prasarana serta sarana bidang pekerjaan umum di daerahnya. Dan penghargaan ini sebagai dorongan motivasi kepada pemerintah daerah untuk bekerja lebih baik, kreatif dan lebih inovatif di bidang ke-PU-an,” imbuh Arfiansyah. max
|