Atlet Samarinda Ancam tak Ikut Porprov Kaltim2010-12-01 03:33:36
SAMARINDA-Sejumlah atlet dari kota Samarinda mengancam tidak mau bertanding mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (porprov) ke IV-Kaltim 2010 yang dilaksanakan di Kota Bontang pada 11-16 Desember mendatang. Sikap tegas sejumlah atlet itu dilatarbelakangi kekecewaan terhadap KONI kota Samarinda yang terlambat merealisasikan dana untuk persiapan dan uang saku atlet kota Samarinda yang akan diberangkatkan mengikuti Porprov Kaltim. Selain itu mereka juga menuntut KONI kota Samarinda segera memutuskan besaran bonus bagi atlet Samarinda yang bisa berprestasi di Porprov. "Rencananya Hari ini (Rabu, red) kami akan melakukan hearing dengan, Walikota dan DPRD kota Samarinda, kami berharap mereka bisa memberikan keputusan yang bijak untuk kesejahteraan atlet kota Samarinda, " kata Suryadi Gunawan, koordinator atlet dan pelatih kota Samarinda, Selasa (30/11). Dikatakan Suryadi, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan kepada Walikota dan DPRD Samarinda pada pertemuan tersebut. Tiga tuntutan itu diantaranya realisasi uang latihan atau Traning Camp yang belum dibayarkan, kemudian yang kedua uang saku selama mengikuti porprov dan yang ketiga terkait pemberian bonus kepada atlet berprestasi. "Kami memberikan batas waktu paling lambat pada 3 Desember 2010 ini tuntutan harus sudah dipenuhi, karena bila tidak kami sudah sepakat tidak akan berangkat ke Bontang untuk bertanding mengikuti Porprov," jelas Suryadi. Menurut Suryadi, gejolak atlet Samarinda ini sudah sulit untuk diredam, mengingat mereka sudah beberapa kali melakukan konsultasi dan klarifikasi ke KONI kota Samarinda, namun jawaban yang mereka terima belum memuaskan. "Ketika kita tanyakan kapan dana bisa dicairkan KONI juga belum bisa memberikan kepastian, ini yang membuat kami kecewa," papar Suryadi. Padahal sebagian atlet sudah melakukan persiapan latihan dengan uang pribadi mereka, dan telah dijanjikan bakal di ganti oleh dana KONI samarinda yang memang menyiapkan dana untuk latihan. Namun dana itu tak kunjung cair, dan bahkan KONI kota Samarinda terkesan lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang kebijakan di pemkot Samarinda. "Maka dari itu kami berinisiatif untuk bertemu Walikota dan juga DPRD, supaya mereka bisa mencarikan solusi mengingat pelaksanaan Porprov sudah cukup dekat," tegas Suryadi. at
|