Jumlah Koperasi di Kaltim Naik 40 persen2010-12-03 08:31:19
SAMARINDA-Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Azmir Abu, menjelaskan dari tahun 2008-2009, jumlah koperasi di Kaltim bertambah 1.056 unit koperasi. dimana sebelumnya pada tahun 2008 jumlah koperasi di Kaltim sebanyak 4.282 unit dan pada tahun 2009 bertambah menjadi 5.335 unit koperasi, namun begitu sudah sekitar 35 persen yang aktif melaksanakan RAT (Rapat Anggaran Tahunan) "Koperasi di Kaltim terus bertambah, ini menandakan bahwa perekonomian masyarakat di Kaltim mengalami kenaikan sekitar 40 persen, pedahal target kita hanya 5 sampai 10 persen saja, upaya tersebut merupakan upaya kerja keras Disperindagkop Kaltim dalam mendorong peningkatan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan di setiap kabupaten dan kota di Kaltim, dan untuk berapa jumlah kenaikan unit koperasi tahun 2010 ini, kita belum bisa ekspos, karena masih dalam tahap invertarisasi, "jelas Azmie Abu kepada Poskota Kaltim Kamis (2/12) diruang kerjanya. Azril menambahkan, berdasarkan laporan yang baru diterima, memang baru 35 persen yang secara kontinyu aksmelaksanakan RAT, sementara yang tidak kontinyu, artinya tidak setiap tahun melaksanakan RAT sekitar 60 persen lebih, sementara yang tidak aktif laksanakan RAT sekitar 10 persen, pedahal sebelumnya Disperindagkop sudah melayangkan surat peringatan kepada koperasi yang ada diseluruh masing-masing kabupaten dan kota untuk melaksanakan RAT paling lambat Maret lalu. "Memang untuk sementara ini, kita sudah menerima sebagian laporan dari koperasi yang ada di kabupaten kota, dan tentunya kita harapkan kepada koperasi yang memang melaporkaan hasil RATnya kiranya bisa secepatnya mengimformasikan kepada kita, sehingga dengan begitu nantinya kita bisa menginventarisasi koperasi-koperasi kabupaten dan kota mana yang belum melaksanakan RAT. Dan bagi koperasi yang tidak melaksanakan RAT, kita hanya memberikan pembinaan, untuk pemberian sanksi kita tidak bisa, hanya pembinaan saja, bagaimana koperasi yang bersangkutan bisa kembali melaksanakan RAT,"paparnya. Dan bagi koperasi yang melaksanakan RAT secara kontinyu setiap tahunnya, maka koperasi tarsebut masuk dalam kualifikasi sehat, sehingga dengan begitu koperasi tersebut tentunya banyak mendapat pembinaan diantaranya upaya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusi) pengurus koperasi seperti pemberian bimbingan teknis, sosialisasi, temu usaha maupun pengembangan usaha simpan pinjam melalui perkuatan permodalan, perluasan akses pasar melalui promosi niaga, temu antar KUKM, Dan yang tidak kalah penting lainnya adalah berbagai masukan seputar pelaksanaan program khususnya yang berkaitan dengan bidang koperasi dan UKM, seperti masukan dalam pengembangan usaha koperasi, baik untuk jangka pendek, menengah maupun untuk jangka panjang terus digalakkan, sehingga perkoperasian di Kaltim terus mengalami peningkatan, baik kualitas maupun dengan jumlahnya. "Walaupun demikian bukan berarti koperasi yang tidak melaksanakan RAT, lalu diabaikan, tetapi kita juga tetap memberikan pembinaan kepada pengurus yang bersangkutan berupa peningkatan SDM dan akuntabiliatas, tetapi kalau sudah dilakukan pembinaan berkali-kali, koperasi tersebut tidak ada peningkatan khususnya untuk melaksanakan RAT, maka koperasi tersebut kita anggap sudah tidak sehat, dan tentu akan ditinggalkan,'pungkas Azmir Abu. Berdasarkan data yang diterima dari Disperindagkop Kaltim, jumlah koperasi tahun 2009 terbanyak, ada di Kota Samarinda dengan jumlah 1.140 koperasi, kemudian Kabupaten Kutai Timur sebanyak 802 koperasi, Kutai Barat 689 koperasi, Kukar 578 koperasi, Kota Balikpapan 486 koperasi, Paser 360 koperasi, Berau 294 koperasi, Nunukan 224 koperasi, dan Kota Tarakan 207 koperasi, dan Bulungan 140 koperasi.mar/adv
|