Balitbangda Kaltim Kerjasama dengan PPKS MedanPeningkatan dan Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit
2010-12-03 08:32:00
SAMARINDA–Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim H Syachrumsyah menegasjan, Upaya dalam peningkatan dan pengembangan perkebunan Kelapa sawit Balitbangda Kaltim bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. “Sejak 24 Februari lalu Balitbangda telah membuat nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PPKS Medan untuk membangun Pusat Informasi Teknologi Kelapa Sawit (PITKS),” kata Kepala Balitbangda Kaltim H Syachrumsyah Asri usai membuka Seminar Hasil Penelitian Kegiatan Pelaksanaan Program Satu Juta Hektare Perkebunan Kelapa Sawit di Kaltim, Kamis (2/12). Menurut dia, rencananya PITKS tersebut akan dibangun di kawasan Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman dengan luasan kawasan mencapai seribu hektare di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Dasar dari keinginan kerjasama tersebut, karena PPKS Medan tersebut sudah berdiri sejak 1926 dan saat ini merupakan penanaman generasi ke-4 kelapa sawit. Dimana setiap generasinya masing-masing berusia tanam mencapai 25 hingga 30 tahun. PITKS milik Kaltim tersebut merupakan kerjasama dan melibatkan beberapa pihak terkait, guna pengembangan kelapa sawit didaerah. Seperti Pusat Penelitian Dinas Perkebunan Kaltim, Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim dan Univesitas Mulawarman (Unmul). “Kerjasama ini dilakukan dalam upaya alih teknologi kelapa sawit dan PITKS merupakan kawasan untuk pengembangan pembibitan kelapa sawit yang selama ini hanya dimiliki PPKS Medan. Sehingga target kedepan Kaltim akan menjadi daerah penyuplai bibit kelapa sawit untuk kawasan Indonesia Timur,” ujar Syachrumsyah. Sementara itu Kepala Bidang Ekonomi Balibangda Kaltim Yahya Toding Datu mengatakan kerjasama yang dilakukan Balitbangda Kaltim dengan PPKS Medan dengan dukungan beberapa instansi terkait akan mengembangkan kawasan agro technopark di kawasan PITKS tersebut nantinya. “Pada lahan PITKS tersebut akan dikembangkan kawasan pengembangan teknologi tanaman agro (agro technopark), sehingga tanaman-tanaman khas Kaltim akan dikembangkan kembali. Karena banyak jenis-jenis tanaman maupun tumbuhan asli Kaltim yang sudah mulai punah,” kata Yahya Toding Datu. Selain itu, akan dikembangkan pula tanaman-tanaman rempah atau obat-obatan di kawasan PITKS di puast penelitian Unmul Bukita Seoharto itu. Karena Kaltim memiliki kawasan yang luas dengan potensi kehutanannya, serta kandungan didalannya termasuk obat-obatan yang cukup banyak terdapat di hutan Kaltim.mar/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...