Tentara Baik Basmi Tentara Jahat di SD FastkhairTentara Baik Basmi Tentara Jahat di SD FastkhairPuskesmas Segiri Lakukan Vaksin Campak dan DT
2010-12-03 15:36:52
TIDAK gampang membujuk anak-anak untuk disuntik. Baru jarum suntik dikeluarkan dari boksnya, langsung terdengar suara tangis. Spontan saja, keluar trik membujuk anak-anak supaya mau disuntik. Sampai mengistilahkan vaksin yang disuntikkan sebagai tentara baik yang akan membasmi tentara jahat. “Kita harus pandai-pandai membujuk anak sehingga mau disuntik. Jadi tidak semakin menambah anak-anak yang menangis sebelum disuntik. Kadang kita juga menyebut vaksin ini sebagai rompi pelindung dari serangan berbagai penyakit,” ungkap Pimpinan Puskesmas Segiri dr Slamet Subagyo ketika bersama stafnya melakukan vaksin Difteri Tetanus (DT) di SD Fastabiqul Khairat (Fastkhair) Jl A Wahab Syahranie akhir bulan kemarin. Slamet mengatakan program ini merupakan program pemerintah untuk mengantisipasi wabah penyakit di suatu wilayah dan komunitas. “Jadi setiap puskesmas mendapat tanggung jawab melaksanakan vaksin di semua sekolah yang masuk wilayah kerjanya. Tidak terkecuali sekolah swasta, mereka pun wajib kita lakukan vaksin terhadap anak didiknya,” ungkapnya. Namun, Slamet mengaku kecewa masih ada saja orang tua yang tidak mau anaknya disuntik vaksin, karena takut berimbas kepada kejang-kejang, autis hingga gangguan pada otak. “Ini program nasional dan dijamin aman. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, yang sekarang ini sudah jarang ditemukan. Makanya kita meminta kepada orang tua yang tidak mau anaknya divaksin didata oleh sekolah dan menandatangani surat pernyataan. Surat ini sebagai bukti jika suatu ketika ada wabah penyakit, karena masih ada anak yang tidak divaksin. Tentunya yang dirugikan paling pertama teman-teman mereka di kelas,” ungkap Slamet. Dikatakannya, vaksin ini tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang sakit berat atau menderita demam tinggi. Efek samping yang mungkin terjadi adalah demam ringan dan pembengkakan lokal di tempat penyuntikan, yang biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Kegiatan vaksin ini dilakukan hampir tiap hari dengan sekolah yang berbeda. “Untuk bulan Nopember kita melakukan vaksin DT, dan bulan sebelumnya kita melakukan vaksin campak,” tandasnya. hms2/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...