Perlu Pengembangan Ekowisata2010-12-03 16:07:14
TENGGARONG – Kutai Kartanegara memiliki potensi ekowisata yang perlu perlu perhatian untuk dikembangkan karena akan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan itu sangat menunjang program pariwisata yang merupakan salahsatu program prioritas di Kukar. Terkait hal itu, Badan Penelitian dan Pengambangan (Balitbang) Kukar bersama Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong, belum lama ini melakukan penelitianmendalam selama empat bulan di tujuh kecamatan berpotensi ekowisata. Tujuan diseminarkannya pengaruh ekowisata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kukar adalah untuk mendapatkan masukan lebih subtansif terhadap materi topik yang diteliti selama ini. Karena menurut Kepala Balitbang Kukar Hermawan, masukan dari instansi dan stakeholder terkait sangat penting bagi kesempurnaan penelitian yang dilakukan. Sehingga, lanjut dia, ketika diimplementasikan dan aplikasikan dalam kebijakan maupun teknis kegiatan dalam pengembangan kepariwisataan daerah akan mudah mencapai sasaran dan target yang ingin dicapai. Dijelaskan, objek sasaran yang dipilih dalam penelitian ada di tujuh kecamatan di Kukar, yakni objek wisata alam Danau Pulau di Kecamatan Kembang Janggut, Air Terjun Lebaho Ulak dan Situs Mulawarman di Kecamatan Muara Kaman, objek wisata Air Terjun Selangit di Kecamatan Sangasanga dan Kolam Pemandian Air Panas di Kelurahan Jawa. Kemudian objek wisata alam Pantai Kersik dan Pantai Indah Sebuntal di Kecamatan Marangkayu. Sedang di Kotabangun, penelitian dilakukan terhadap objek wisata alam Gunung Tinjauan, Jeram Kedang Ipil dan Panorama Sunset Danau Semayang. Sementara di Kecamatan Tenggarong objek sasaran yang diteliti ada dua tempat yaitu Air Terjun Temanggung dan Air Terjun Bukit Biru, yang keduanya berada di Kelurahan Bukit Biru. Sementara di Kecamatan Anggana tim peneliti tidak menemui objek ekowisata, namun fokus pada objek wisata rohani yaitu di kompleks pemakaman para pendahulu Raja Kutai di Desa Kutai Lama. KURANG MEMADAI Diungkapkan, dari semua objek wisata itu, sarana dan prasarana pendukungnya seperti akomodasi dan transportasi masih sangat kurang memadai. Walau sebagian ada, kata Hermawan, namun tidak ditujukan untuk kegiatan parawisata tapi ebih banyak difokuskan pada pemenuhan kebutuhan ekonomi lainnya yang dilakukan warga sekitar. Sehingga menurut dia, partisipasi masyarakat belum tampak. "Namun yang mengembirakan dari penelitian ini, terjadi sinergi antara warga dan Pemda dalam melestarikan nilai-nilai budaya dalam masyarakat. Hal ini merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengembangan potensi ekowisata kita,” ujar Hermawan. Sekkab Haryanto Bahrul mengharap agar hasil penelitian segera disosalisasikan. Karena menurut dia, sedikit banyak akan memeberikan perubahan sikap dan persepsi dalam pengembangan kepariwisataan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Paling tidak, lanjutnya, komitmen terhadap pengembangan ekowisata mendapat perhatian. yd
|