Stok Sembako Kaltim Aman2010-12-03 16:19:06
SAMARINDA-Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim Rodi Ahnadi menjelang, persediaan akan kebutuhan Sembako (sembilan bahan pokok) di Kaltim masih aman, bukan itu saja diperkirakan dua bulan kedepan kebutuhan Sembako Kaltim masih mencukupi. "Insya Allah, selama arus transportasi baik antar provinsi maupun kabupaten/kota masih lancar, kita tidak perlu cemas akan kehabis stok sembako, khususnya dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan, seperti menjelang Hari Natal dan tahun baru, "kata Rudi Ahmadi, kepada Poskota Kaltim Selasa (2/12) kemarin diruang kerjanya. Ditambahkan Rodi, sekarang ini untuk stok beras yang ada di gudang Dolog mencapai 6,7 ribu ton, sementara yang ada pada distributor mencapai 43 ribu ton, sehingga dengan demikian kedepan khususnya sampai bulan Januari 2011 stok beras di Kaltim masih aman. Dan guna mengantisipasi adanya kenaikan harga di pasar, pihaknya setiap hari selalu melakukan pemantauan dilapangan, bahkan bukan itu saja, pihaknya selalu memantau perkembangan posisi stok bahan pokok setiap per kabupaten dan kota, seperti akan kebutuhan beras, gula pasir, minyak goreng, susu, tepeng terigu, telur, daging sapi, daging telur dan kebutuhan lainnya. "Dari pantauan dilapangan memang ada kenaikan harga khususnya untuk beras yang kenaikannya antara Rp500 hingga Rp800 perkilonya, begitu juga dengan minyak goreng juga ada kenaikan berkisar Rp500 perliternya.sementara untuk cabe merah juga ada kenaikan harga berkisar Rp2000 perkilonya, cebe keriing juga naik sekitar Rp500 perkilonya, sementara cabe biasa/tiung turun Rp 5000, dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu perkilonya. begitu juga dengan bawang putih dan bawang merah mengalami penurunan harga sekitar Rp1000 hingga Rp1500 perkilonya,"kata Rodi. Menurut Rodi, adanya kenaikan harga beras dipasaran disebabkan karena sekarang ini beberapa wilayah Indonesia dilanda bencana, sehingga terjadi penurunan produksi, belum lagi keterlambtan dalam pengirimannya dan hal itu semua dapat memicu adanya kenaikan harga khususnya untuk kebutuhan Sembako. "Walaupun agak sedikit mengalami keterlambatan dalam pengiriman, namun para distributor tetap mengirimkankan komoditi maupun kebutuhan pokok lainnya, baik dari Surabaya maupun dari Sulawesi, oleh karena itu kita harapkan masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir, selama distribusi barang lancar kebutuhan sembako di Kaltim akan tetap aman,"ujarnya.mar
|