Limbah PT Gemida Cemari Persawahan Petani Bangun Sari

2010-12-06 04:30:18

Setling Poon Tak Layak, Dewan Sarankan Segera Diperbaiki

2010-12-06  04:30:48

TENGGARONG-Komisi I DPRD Kukar, Jumat (3/12) lalu melalukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Gema Rahmi Persada (Gemida) Desa Bangun Sari Kecamatan Kota Bangun-Kukar.
Sidak tersebut dilakukan sebagaimana menindaklanjuti aspirasi masyarakat sekitar perusahaan tambang, yang empat tahun terakhir ini areal persawahan mereka terkena dampak limbah PT Gemida yang berujung terhadap seringnya gagal panen, bahkan akibat limbah perusahaan yang diduga mengalir ke areal persawahan para petani enggan untuk mengolah lahannya menjadi lahan pertanian, dan kini dari awalnya lahan seluas 180 hektar untuk pertanian padi tinggal 15 hektar saja. Tak hanya itu saja, jadwal baslting perusahaan tersebut disetiap siang hari juga mengakibatkan kondisi rumah warga sekitar perusahaan banyak yang retak dan rusak.
Sebelum sidak ke PT Gemida, rombongan Komisi I yang dipimpin Ketua Komisi I Guntur, didampingi sejumlah anggota Komisi I seperti Sabir Nawir, Firnandi Iksan, Heri Presetyo, Trisno Widodo, dan dua orang tenaga ahli Komisi Dr Sitorus dan Djamaludin SH, meninjau lokasi persawahan milik Kelompok Tani Kendang Jadi Desa Bangun Sari Kota Bangun.
Ketua Kelompok Tani Kendang Jadi Katimes dan sejumlah anggota kelompok tani yang mendampingi para wakil rakyat Kukar tersebut menyebut, bahwa semenjak beroperasinya PT Gemida di daerah Bangun Sari Kota Bangun tidak ada kontribusi yang jelas untuk masyarakat, bahkan kondisi air limbah perusahaan tersebut sering masuk keareal persawahan milik kelompok tani yang mengakibatkan sering gagal panen.”Dulu pada awal buka lahan persawahan petani membentuk kelompok tani dan terbentuk ada 6 kelompok tani dengan luas lahan persawahan sekitar 180 hektar, namun kini tak lebih dari 15 hektar saja, karena sering gagal panen yang diduga akibat air limbah perusahaan masuk diaeral persawahan kami,” ungkap Katimes.
Ditanya oleh para anggota dewan, apakah perhatian PT Gemida selama ini cukup besar buat warga dan petani disekitar perusahaan tambang, Katimes menegaskan kalau selama ini hampir tidak ada, bahkan apa yang menjadi keluhan warga dan sempat disampaikan ke perusahaan namun tak ditanggapi dengan baik.”Ada pernah membantu pupuk hanya 5 karung setelah itu sama sekali tidak ada,” cetusnya.
Mendengar pemaparan tersebut, sejumlah anggota Komisi I DPRD merasa geram dan ingin cepat meninjau lokasi tempat penampungan air limbah milik PT Gemida yang lokasinya tak jauh dari areal persawahan.
Namun sebelum ke lokasi kolam penampungan limbah, rombongan Komisi I DPRD Kukar sempat betatap muka dengan Sekretaris Desa Bangun Sari, dan lantas meninju ke lokasi penampungan limbah.
Tinjauan mendadak kelokasi kolam penampungan limbah PT Gemida oleh Komisi I DPRD tersebut ternyata membuat kalang kabut manajeman PT Gemida, bahkan anggota Komisi I dibuat gerah manajeman PT Gemida, karena harus menunggu cukup lama dipintu masuk perusahaan, dengan alasan ada rapat manajeman PT Gemida.
Setelah menunggu lama, akhirnya rombongan Komisi I dibawa perwakilan PT Gemida Hanif langsung ke lokasi areal pertambangan serta lokasi kolam penampungan. Dan alangkah terkejutnya para anggota DPRD Kukar melihat langsung lokasi setling poon (kolam penampungan-red) air limbah yang terlalu kecil untuk dengan luas areal operasi yang cukup luas.
“Kondisi setling poon ini sangat tidak layak, karena ukurannya kecil sekali. Kolam penampungan limbah perusahaan batubara seperti kolam penampungan pabrik tahu,” ujar Sabir Nawir anggota Komisi I yang diamini tenaga ahli Dr Sitorus.
Sabir Nawir menyarankan kepada manajeman PT Gemida untuk segera membenahi setling poon sebagaimana layaknya kolam penampungan limbah perusahaan tambang batubara sesuai dengan aturan.
Sementara itu Ketua Komisi I Guntur, juga menegaskan selain mendesak PT Gemida melakukan perbaikan kolam penampungan limbah batubara yang layak, juga menyarankan supata PT Gemida tidak tutup mata dengan apa yang dirasakan oleh para petani disekitar perusahaan.
“Sebelum kami meninjau ke lokasi ini, kami sudah turun kelapangan dan croscek ke aeral persawahan milik petani. Kami lihat sendiri kondisi areal persawahan mereka yang begitu rusak akibat limbah batubara. Kami berharap ada bentuk perhatian dari perusahaan atas masalah ini,” kata Guntur didepan perwakilan PT Gemida Hanif.
Guntur juga menambahkan, agar PT Gemida juga tak tutup mata dengan melakukan pembinaan secara berkelanjutan baik dibidang pertanian dan bidang lainnya yang muaranya untuk peningkatan ekonomi masyarakat disekitar perusahaan.”Karena ketentuan itu sudah diatur dalam undang-undang, pembinaan terhadap masyarakat disekitar perusahaan sangatlah penting dan wajib dilakukan perusahaan akan memiliki dampak positif dalam hal kemajuan ekonomi masyarakat, bukan malah sebaliknya menjadi beban dan menyengsarakan masyarakat sekitar tambang,” papar Guntur.awi

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Selasa 21 Oktober 2014
Selasa 21 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2478 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...