Angkatan Kerja di Kaltim Meningkat 187.459 Orang 2010-12-06 05:05:32
SAMARINDA- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Drs Johnny Anwar yang diwakili Kabid Statistik Sosial, Setyo Nugroho penyampaian, jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Agustus 2010 tercatat mencapai 1.648.455 orang, atau meningkat sebanyak 187.459 orang dibanding dengan jumlah angkatan kerja pada periode yang sama di tahun 2009 tercatat mencapai 1.460.996. “Hal ini juga mengalami peningkatan sebanyak 113.415 orang dibanding Februari 2010 yang tercatat sebanyak 1.535.040 orang,” ujar Setyo Nugroho saat menyampaikan release keadaan ketenagakerjaan Kaltim periode Agustus 2010, Setyo menambahkan, mengenai jumlah penduduk yang bekerja di Kaltim periode Agustus 2010 tercatat sebanyak 1.481.898 orang atau meningkat sebanyak 179.126 orang. Jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 yang tercatat sebanyak 158.224 orang dan pada Agustus 2010 menjadi 166.557 orang. “Ini mengalami peningkatan juga sebanyak 6.080 orang jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2010 yang tercatat sebanyak 160.477,” jelasnya. Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim, Setyo menyebut, Agustus 2010 mencapai 10,10 persen. Hal ini mengalami penurunan dibandingkan keadaan Agustus 2009, yakni mencapai 10,83 persen. Demikian juga terhadap keadaan Februari 2010 yang mencapai 10,45 persen. Sementara itu, untuk tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) tertinggi pada Agustus 2010 di Kabupaten Malinau, yakni mencapai 75 persen, dan TPAK terendah di Kabupaten Pasir dengan persentase 62 persen. “Sedangkan pada tahun yang sama TPT tertinggi terjadi di Kota Bontang, yakni mencapai 13 persen dan TPT terendah di Malinau dengan persentase 4 persen,” tandasnya Berdasarkan kelompok primer, jumlah penduduk Kaltim yang bekerja di lihat dari sektor pertanian, pertambangan ddan penggalian sebanyak 572.299 orang dengan persentase 38,62 persen. Sementara untuk kelompok sekunder dari sektor industri, listrik, gas, dan air minum dan bangunan (konstruksi) sebanyak 177.852 orang dengan persentase 12,00 persen. “Sementara untuk kelompok Tersier, dari sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi, transportasi, pergudangan dan komunikasi, lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan, jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan sebanyak 731.747 orang dengan persentase 49,38 persen,” ungkapnya. Sementara itu, menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki periode Agustus 2010 tercatat 85,67 persen terus meningkat, dibanding dengan Agustus 2009 maupun Februari 2010 yang tercatat masing-masing sebesar 85,03 persen dan 83,86 persen. Sedangkan TPAK perempuan, jika disbandingkan dengan periode Agustus 2009 terjadi peningkatan, sementara terhadap Februari 2010 terjadi penurunan. “TPAK perempuan periode Agustus 2009, Februari 2010 dan Agustus 2010 masing-masing sebesar 41,38 persen, 47,20 persen dan 44,65 persen,” pungkasnya. mar/adv
|