Peringati 1 Muharram Kukar Gelar Tausyiah dan Pawai Taaruf

2010-12-07 15:27:42

TENGGARONG- Tahun baru Islam 1 Muharram 1432 Hijriyah di Kukar diperingati dengan menggelar tausyiah dan pawai taaruf. Tausyiah oleh Ustadzh H Agus Chairul Huda LC dari Balikpapan,
dilaksanakan Senin (6/12) lalu di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong dan dihadiri ratusan jamaah.
Dalam tausyiahnya, Agus Chairul Huda mengajak masyarakat Kukar menyambut tahun baru Islam dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah sang pencipta. Umat Islam harus bermuhasabah, yakni mengisi hari-hari dengan menghisab (menghitung) diri masing-masing mulai dari umur, amalan hingga harta." Jangan hanya menghisab orang lain, tetapi mulailah dari diri kita sendiri," katanya.
Umat Islam juga diajak melakukan muakobah, yakni menghukumi diri sendiri yang berarti memunculkan kesadaran karena banyak bencana yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Bencana yang terjadi, bisa jadi sebagai bentuk peringatan dari Allah SWT.
Perbanyak istghfar dan bertaubat dan takut kepada sang khaliq juga harus dilakukan umat manusia dengan jalan Muroqobah (merasakan kesertaan Allah atau merasakan keagungan Allah Azza Wa Jallah di setiap waktu dan keadaan, serta merasakan kebersamaannya maupun bermujahadah dengan berjihad dan berusaha di jalannya.
Disampaikan juga tentang ajaran Rasullah untuk mendahulukan bekerja kemudian meminta hak, agar dijadikan pedoman umat Islam dalam menjalankan kehidupan, untuk muatabah alan nafsih yang melakukan kritik atau penilaian terhadap diri sendiri." Kritiklah dirimu sebelum mengritik orang lain, evaluasi diri atas apa yang telah kita perbuat di tahun yang lalu," ajaknya.  
Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf terkait peringatan tahun baru Islam mengajak umat Islam dan semua komponen masyarakat agar melakukan hijrah atau perpindahan demi mewujudkan perbaikan secara total. "Kendati peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya telah berlangsung 1432 tahun, namun spirit dan semangat tersebut harus terus dilestarikan hingga kapanpun," kata Ghufron.
Lanjutnya, semangat hijrah yang melatarbelakangi migrasi Rasul dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah, harus terus diteladani dan dilestarikan dalam kehidupan masyarakat. Kendati zaman sudah berubah, namun hijrah tetap relevan dilakukan dan dibudayakan umat Islam.
"Hanya saja, bentuk dari kegiatan hijrah tersebut, jangan ditafsirkan secara tekstual atau letterlek, namun harus diinterpretasi secara kontekstual yaitu dengan meneladani spirit di balik peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam di muka bumi," ujar Ghufron.
Ketua Panitia penyelenggara H Djuremi dalam laporanya menyampaikan, pada peringatan 1 Muharram yang mengambil tema " Membangkitkan Ummat Muslim dengan Meningkatkan Kepedulian Sesama dalam Rangka Pencapaian Visi Gerbang Raja" itu, panitia telah melaksanakan beberapa kegiatan, yakni usai salat Ashar (sore tadi) kami menggelar doa akhir tahun 1431 H. Petang harinya salat Magrib berjamaah dan dilanjutkan doa menyambut tahun 1432 H. Pagi harinya dilaksanakan pawai taaruf yang diikuti peserta dari SD, SMP, SMU serta majelis taklim yang ada di Kecamatan Tenggarong. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...