Minat Guru Membuat Karya Tulis Masih Rendah

2010-12-07  15:36:54

BALIKPAPAN, Ada satu tugas penting setiap guru untuk bisa meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya. Karena guru tidak hanya terpaku pada ketentuan akan naik pangkatnya secara bertahap kendati tidak melakukan kegiatan yang melatih diri menjadi seorang yang fasih dalam menulis karya tulis.
‘’Selama ini, para guru hanya terpaku dengan tugas yang rutin yakni mengajar dan mengajar sesuai kurikulum yang ada, padahal guru juga diminta untuk bisa membuat satu karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan pembelajaran yang diberikan disekolah. Atau hasil penelitian yang dilakukan disaat atau diluar jam belajar disamping itu akan menjadi acuan untuk angka kredit dan sertifikasi ,’’ kata Ketua PGRI Balikpapan, Drs. H Sri Haryatmo, yang juga kepala SMP Negeri 1 Balikpapan, baru-baru ini.
Menurut Sri Haryatmo, tidak sedikit guru mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK yang akhirnya pangkat dan golongan hanya berhenti di golongan IV B, padahal terbuka secara luas guru untuk meraih golongan setinggi-tingginya asalkan dia berhasil membuat kareya tulis ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Pembuatan karya ilmiah tidak sekedar dibuat tapi harus benar-benar dipahami sebab akan dilakukan tes apakah benar itu hasil karya sendiri atau jiplakan. Jadi setiap guru yang akan naik pangkat ke IV B harus diikutkan dengan karya tulis ilmiah dan disinilah mandeknya para guru untuk maju lebih kedepan lagi sebab terganjal dengan karya tulis ilmiah yang tidak poernah dibuat,’’ tegas mantan Kepala SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 12 ini.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Sujai,S.Pd Kepala SMAN 8 bahwa sudah saatnya para guru mendalami kemampuan menulis karya ilmiah sebab salah satu cara untuk menaikkan angka kredit dan sertifikasi bahkan naik ke golongan IVB harus memiliki karya ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan.
Sejumlah guru mengaku kesulitan untuk membuat karya tulis ilmiah karena kesibukan mengajar dikelas, apalagi setiap guru dibebani miknimal 24 jam perminggu sehingga waktu untuk melakukan penelitian semakin sulit, padahal disisi lain menjadi keharusan setiap guru harus bisa membuat karya tulis yang sudah menjadi prasyarat untuk naik pangkat dan golongan.
Menyikapi tuntutan profesionalisme guru itu, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) kota Balikpapan dengan tekadnya untuk menjadikan lembaga ini menjadi salah satu pionir dalam pelaksanaan KTSP yang sesungguhnya dengan mencoba melakukan inovasi dan pembaharuan terhadap sistem pembelajaran yang selama ini telah berjalan dengan melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
‘’Kami ingin memberikan kemampuan tambahan kepada para guru untuk penulisan karya ilmiah, karena ini juga menjadi persyaratan utama seorang guru bisa naik pangkat dan golongan lebih tinggi karena selama ini hanya mandek pada golongan IV A saja,’’ kata Sri Haryatmo.
Kegiatan pelatihan ini diadakan di aula SMA Kartika pada Sabtu (4/12) dan diikuti oleh 300 lebih guru yang berasal dari beberapa sekolah di Balikpapan. Dan dalam waktu dekat ini tim PGRI, lanjut Sri akan segera menyusun suatu regulasi dan persyaratan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan penelitian tersebut, juga rencana akan dilaksanakannya pelatihan bagi semua guru untuk melakukan kegiatan penelitian karya ilmiah.max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...