Tangis Haru Warnai Kedatangan Jamaah Haji Berau

2010-12-08  15:26:34

TANJUNG REDEB-Jamaah haji Kabupaten Berau kembali dengan selamat Selasa malam (7/12) yang langsung disambut isak tangis haru oleh sanak saudaranya di Masjid Angung Baitul Hikmah. Penjemput bahkan sudah terlihat sejak petang terutama bagi penjemput jamaah haji dari kecamatan jauh. Jamaah Haji Berau, sejumlah 146 orang tiba dengan menumpang penerbangan terakhir ke Berau via Sriwijaya Air. Jamaah tiba di Masjid Agung sekira pukul 20.10 waktu setempat.
Detik-detik kedatangan jamaah, penjemput memenuhi halaman hingga beranda masjid pintu selatan sampai merepotkan petugas yang mengawal haji yang akan masuk ke masjid.  Petugas dari Satpol PP dan remaja Masjid, melarang penjemput masuk Masjid guna menertibkan dan menjaga kekhusyuan shalat 2 rakaat jamaah untuk melakukan sujud syukur.
Kericuhan terjadi akibat ulah sebagian penjenguk yang percaya akan mendapat berkah naik haji jika menyentuh dan mencium jamaah yang baru datang. Hampir semua jamaah tidak luput dari serbuan penjenguk, baik pria maupun wanita terutama ibu-ibu. Tidak perduli kenal atau tidak. Salah seorang penjemput pria sempat mengamuk lantaran dilarang masuk Masjid.
Menangis haru bertemu keluarga setelah sekian waktu berpisah langsung menghiasi suasana, namun diantara keharuan itu terselip tangis kesakitan seorang jamaah. “Pipi saya dicakar, rambut ditarik-tarik sampai rontok ini, tidak tahu mau apa orang-orang itu,” ujar seorang jamaah wanita.    
Secara umum perjalanan jamaah haji Kabupaten Berau sejak keberangkatan hingga kembali tidak menemui kendala berarti. Bahkan, jamaah Berau patut bersyukur mendapatkan kemudahan dan rezeki tak terduga. Berau tergabung dengan Kutai Kartanegara dan Kutai barat, menempati Hotel Al Alam Tower yang jaraknya berdekatan dengan Masjidil Haram.
“Ahli waris hotel diwasiatkan oleh orang tuanya, untuk bersedekah memberi makan 3 kali sehari bagi jamaah yang menginap di hotel itu, kebetulan kita yang nginap di sana, jamaah lain tidak ada yang diberi makan seperti kita. Belum lagi makanan ringan, yang terpenting jarak dengan Masjidil Haram sangat dekat, kita patut bersyukur,” ungkap Hj Elita Herlina.
Ketua DPRD Kabupaten Berau ini menyebutkan tantangan yang dialami seluruh jamaah hanya  suhu dingin di Madinah yang terasa berat. Disebutkan suhu disana mencapai 16 derajat celcius. “Kulit tangan sampai pecah-pecah dan keluar darah dari hidung lantaran dinginnya,” sebut Elita. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...