Tunggu Inisiatif Tertib Lalu Lintas Bagi Pelajar2010-12-09 23:43:17
TANJUNG REDEB- Jika diberlakukan pelarangan anak usia sekolah yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk bawa kendaraan ke sekolah, Dinas Pendidikan komitmen untuk mendukung program tersebut. Melihat tren angka kecelakaan lalu lintas lebih banyak dialami oleh anak remaja yang rata-rata tidak memiliki SIM khususnya roda 2. “Jika diberlakukan kenapa tidak kami dukung, itu sangat baik tertutama menertibkan aturan lalu lintas bagi anak yang belum cukup umur untuk mendapatkan SIM,”ungkap Kepala Dinas Pendidikan Berau, Hj Rohaini. Hanya saja, hal itu tidak diberlakukan dari inisiatif Disdik, mengingat hak-hak dasar siswa juga kepentingan orang tua siswa. “Jangan sampai kita diprotes karena melanggar hak mereka,” sebutnya lagi. Beberapa daerah lain sudah ada yang menerapkan aturan siswa yang belum memiliki SIM untuk tidak membawa kendaraan, sementara Berau, menurut Rohaini masih dipertimbangkan. Pemikiran itu, ungkapnya, sudah ada, hanya saja menunggu inisiatif dari pihak yang lebih berkompeten yakni kepolisian dari satuan lalu lintas. Sebab, diakui bahwa hampir rata-rata usia sekolah belum cukup umur untuk memiliki SIM. Namun pada kenyataannya tidak sedikit yang sudah diberikan kendaraan oleh orang tuanya dengan alasan kemudahan transportasi. “Artinya ada pertimbangan yang seimbang, tentu keputusan orang tua untuk kepentingan transportasi tidak bisa diabaikan, namun di sisi lain itu melanggar aturan, harusnya orang tua yang sadar diri bahwa anaknya belum diperkenankan membawa kendaraan, apalagi kita tahu banyak kecelakaan lalu lintas korbannya kebanyakan dari usia sekolah, remaja bahkan anak-anak,” papar Rohaini. Sementara itu, Kasat lantas Polres Berau AKP Gede Pasek Mulia Adnyana Sik, mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan sosialisasi khusus kepada siswa sekolah. “Dalam hal ini salah satunya dengan tujuan mengingatkan agar mereka sadar bahwa ancaman bagi yang tidak punya SIM menanti jika sewaktu-wakkttu lagi apes, terlebih lagi resiko yang dihadapi di jalan raya tidak kecil,” jelasnya. Apalagi, belum genap sebulan bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Berau, dirinya sudah melihat indikasi banyak prilaku tidak baik dari remaja Berau, yang suka melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya. “Itu jadi target kami, kecuali tertib kendaraan, aksi balapan liar di jalan raya di sini terlihat marak terutama malam, apalagi malam minggu,” ujar Kasatlantas. as
|