Wawali Tekankan 3 Prinsif DasarSumpah Janji 300 PNS Formasi 2006-2008
2010-12-10 21:51:56
SAMARINDA–Mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975, sebanyak 300 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkot Samarinda, diangkat sumpah dan janjinya oleh Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail di ruang rapat utama Balaikota, Kamis (9/12). PNS yang diambil sumpahnya tersebut berasal dari berbagai unsur SKPD, tidak terkecuali para guru. Rata-rata dari mereka berasal dari kelompok formasi pengangkatan pegawai tahun 2006 hingga 2008. Terkait pernyataan sumpah dan janji pegawai ini, Wawali mengimbau agar bukan hanya karena untuk menggugurkan kewajiban semata, melainkan betul-betul merupakan pernyataan sikap dari seorang PNS untuk siap berbuat dan atau tidak berbuat, sesuai dengan tata aturan pegawai yang berlaku. ”Karena selain harus ditaati dan dilaksanakan, sumpah dan janji ini harus pula dipertanggungjawabkan, baik kepada atasan maupun dihadapan Allah SWT nantinya,”imbuh Nusyirwan. Ini penting ditekankan menurutnya karena meski sudah berkali-kali diingatkan tentang hak dan kewajiban serta larangan, kenyataannya sejauh ini masih saja ada PNS yang melanggar, dengan bermacam-macam bentuk perbuatan mulai tindak indisipliner, penyalahgunaan narkoba, hingga kasus perselingkuhan yang berujung pada kehancuran rumah tangga. ”Hal ini terbukti karena sepanjang tahun 2010 saja Pemkot Samarinda telah memecat 6 pegawai, ini belum termasuk yang sedang dalam proses penindakan,” bebernya. Dilihat dari jumlah tersebut diakui Wawali memang ada jumlah penurunan dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2009 tercatat ada 8 pegawai yang dipecat, namun tetap harus menjadi perhatian. Terkait pemecatan ini Nusyirwan mengingatkan Pemkot tidak pernah main-main, karena ini berkenaan dengan urusan penegakan aturan. ”Apalagi untuk menindak atau bahkan memecat pegawai, sekarang cukup hanya dengan keputusan Walikota, tanpa harus menunggu keputusan dari pusat,” tandasnya. Namun dibalik ketegasan tersebut Wawali juga membesarkan hati pegawai dimana dalam pelaksanaan pekerjaan ia menyebut tidak mungkin seorang pimpinan dapat melakukannya dengan baik tanpa dukungan bawahan, karena pada dasarnya antara atasan dan bawahan adalah mitra. ”Yang pasti untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin komplek saat ini tiga prinsif dasar yang harus dilakukan adalah bekerja cepat, tepat dan berkoordinasi dengan tetap mengedepankan kehormatan sebagai abdi masyarakat dan abdi negara dari hal yang tidak terpuji,” pungkasnya. hms3/adv
|