Jalan di Batu Besaung Diblokir Kayu GlondonganKecewa Jalan Rusak tak Diperbaiki
2010-12-13 06:11:27
SAMARINDA-Kecewa karena sudah 2 tahun jalan rusak di Perumahan Solong Durian dan sekitarnya tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya memblokir jalan dengan menggunakan kayu glondongan. Puluhan kayu kayu berwarna merah kecoklatan ini disusun ditengah jalan, untuk menghambat jalan kendaraan roda dua dan empat yang melintasi di jalan daerah Batu Besaung tersebut, Giman, warga perumahan Solong Durian menegaskan bahwa sudah dua tahun ini warga menderita akibat rusaknya akses jalan disekitar perumahan mereka. Warga menuding bahwa kerusakan ini akibat beroperasinya kendaraan pengangkut batu bara yang melintasi di jalan tersebut. "Kami melihat, bahwa akar masalah yang menjadi biang kerusakan jalan di Batu Besaung adalah kendaraan truk batu bara," kata Giman. Giman menyampaikan akibat beroperasinya kendaraan pengangkut batu bara, yang umumnya menggunakan kontainer dan trailer membuat jalan didaerah ini rusak. Selain perbedaan fisik tonase daya angkut jalan, kendaraan ini kerap mengganggu warga atau pengguna jalan lainnya. "Badan jalan disini kan kecil, dilewati mobil sebesar itu, jelas mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Giman. Karena itu dia meminta supaya dalam waktu beberapa hari kedepan, mobil pengangkut batu bara dilarang melintasi jalan di Batu Besaung. Khususnya jalan yang melewati Perumahan Solong Durian. "Kalau dia sudah bayar upeti sama RT lain silahkan, tapi tolong jangan lewat daerah kami kalau jalan ini belum dibenahi," tegas Giman. Apabila hingga Kamis ini, jalan rusak itu tak dibenahi, maka kata dia, pihaknya akan mendesak Pemkot untuk menutup tambang batu bara dikawasan tersebut, dan menutup total jalan di Batu Besaung. Sementara itu, Lurah Sempaja Selatan Syamsu Alam mengatakan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat adalah langkah spontan, dan tidak dimuati kepentingan segelintir orang. "Masyarakat disini hanya minta perusahaan memperbaiki jalan mereka, dan mereka tidak meminta agar perusahaan menutup tambang mereka," kata Syamsu. Karena itu lanjut Syamsu, itu hal yang wajar. Dan, pihak kelurahan akan menyampaikan keluhan warga itu ke Pemkot dan perusahaan, supaya segera memperbaiki jalan tersebut. Sementara Kapolsek Samarinda Utara AKP Bramanti Agus mengatakan pihaknya terpaksa meminta warga untuk tidak melakukan aksi penutupan jalan, karena aksinya tidak memberitahukan sebelumnya. "Meski tidak kami bubarkan, namun karena tidak memiliki ijin, maka kami minta agar jalan tetap dibuka khususnya untuk kendaraan umum dan bukan kendataan tambang. Dan, alhamdulilah warga setuju," kata Bramanti. Langkah selanjutnya, Kapolsek berjanji akan menyampaikan keinginan warga kepada perusahaan untuk segera memperbaiki jalan itu. Meski tidak mengetahui jumlah pasti perusahaan tambang di daerah itu, Bramanti menyesalkan aktivitas pertambangan yang menggunakan jalan umum. "Ini jelas salah, namun karena saya baru, saya akan lihat kembali data perusahaan yang beroperasi didaerah ini," kata Bramanti. M4n
|