Yantje : Utamakan Pelayanan Terbaik untuk Manjakan PasienSertijab Dirut RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti
2010-12-14 00:58:23
SAMBOJA- Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentu perlu meningkatkan pelayan yang baik dan butuh management yang baik pula, itulah salah satu misi dan visi Rumah Sakit Umum Daerah Aji Batara Agung Dewa Sakti yang terletak di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Belum lama ini, dilakukan serah terima jabatan Direktur RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti dari Direktur lama dr Yantje Taroreh ke Direktur baru drg Musafirah Akil Ali MARS. Dalam sambutannya, Yantje Taroreh menceritakan awal berdirinya rumah sakit ini pada tahun 2005 dia menjabat sebagai Direktur, rumah sakit tersebut belum ada apa-apanya. Bahkan pegawainya pun belum ada saat itu, terpaksa mencari pegawai sendiri dan di serahkan ke camat untuk merekrut karyawannya. Karena pada saat itu keadaan rumah sakit masih kecil tidak seperti sekarang ini sangat megah. “Dulu rumah sakit ini keadaannya tidak ada apa-apanya, dan kami merekrut karyawan atas inisiatif sendiri melalui pihak kecamatan," ungkap Yantje. Masih menurut Yantje, pihaknya juga berjuang untuk mendapatkan ISO 9000 versi 2001 tentang mutu pelayanan. Saat ini RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti masih type C, yaitu sekitar 54 tempat tidur rawat inap. Pihaknya berharap agar status dan fasilitas rumah sakit ini dapat di pertahankan dan dapat di tingkatkan mutu dan pelayanannya. Sementara Direktur baru drg Musafirah Akil Ali, MARS mengatakan, pihaknya akan meneruskan dan memperjuangkan pelayanan yang sudah terlaksana selama ini. Juga memperjuangkan status para karyawan yang ada sekarang ini, yang berjumlah kurang lebih 245 orang, karena hanya 45 orang yang PNS selebihnya status honor. Karena waktu itu tidak masuk data base, tentunya hal ini sangat berpengaruh ke pada loyalitas kerja dan mutu pelayanan kepada pasien. “Saat ini ada beberapa yang ikut CPNS, mudah-mudahan dapat jadi PNS dan di tempatkan kembali ke rumah sakit ini agar mudah dalam menjalankan tugas yang pernah di kerjakan di sini, “ujarnya. Musafirah Akil Ali mengharapkan ke depan akan meningkatkan status rumah sakit dari type C mejadi type B yang bisa menampung 200 tempat tidur rawat inap dan mengajak para pegawai yang ada sekarang untuk kerja sama yang baik. Tentunya hal ini untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik. Dikatakan Musafirah, sekarang ini pihaknya kekurangan dokter spesialis minimal 10 orang, seperti ahli spesilis kulit, THT dan lainnya. Karena pelayanan 24 jam tentu membutuhkan tenaga ahli dalam bidang masing masing. “Kita masih banyak kekurangan tenaga ahli, mudah mudahan pemerintah memperhatikan keadaan ini. Kita akan usulkan ke Dinas Kesehatan Kukar sehingga nantinya rumah sakit ini tidak lagi menerima surat miskin untuk rawat inap kelas III yang tidak di jamin Jamkesmas, tapi tetap kita layani nanti kita klaim tagihannya ke Dinas Kesehatan," harapnya. edy
|