SDM Berjiwa Maritim Mesti Dibangun Peringatan Hari Nusantara ke-XI Tahun 2010
2010-12-14 01:30:12
BALIKPAPAN-Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berjiwa maritim harus dibangun dan diintensifkan. Sumberdaya kelautan dan perikanan tidak akan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan jika SDM yang dimiliki tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Pengembangan teknologi memerlukan manusia-manusia yang cerdas dan kreatif, sementara itu manusia yang cerdas dan kreatif, tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan kepasrahan pada alam, tetapi harus dilakukan secara terencana, dengan manajemen yang baik dan profesional,"jelas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dalam sambutannya pada peringatan Hari Nusantara ke XI tahun 2010 di Balikpapan. Acara itu dihadiri Wapres RI Boediono beserta istri, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad, para nelayan dan seluruh jajaran Perikanan dan Kelautan seluruh Indonesia. Awang juga memaparkan revitalisasi kelautan dan perikanan Kaltim diarahkan pada peningkatan produksi dengan target dan sasaran peningkatkan produksi perikanan pertahun, meningkatkan penyerapan tenaga kerja 6 persen pertahun, meningkatkan pemerataan konsumsi perikanan 2,5 persen pertahun, meningkatkan ekspor hasil perikanan 6 persen pertahun, dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan 4 persen pertahun. "Kegiatan usaha kelautan dan perikanan di Kaltim menyerap tenaga kerja sebanyak 175.035 orang dengan produksi yang terdiri dari tangkapan laut, tangkapan perairan umum, budi daya tambak, budidaya tambak, budidaya karamba dan budidaya laut yang pada tahun 2008 mencapai 187.225 ton dan tahun 2009 sebanyak 200.172 ton atau terjadi kenaikan 6,91 persen,"kata Awang. Menurutnya program pengembangan 500.000 Karamba diganungkan sejalan dengan visi dan misi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim dengan mengadopsi pada visi Departemen Kelautan dan Perikanan yang akan menjadikan Indonesia sebagai penghasil produksi perikanan terbesar di Dunia pada tahun 2015. Untuk mewujudkan visi tersebut secara nasional ditargetkan kenaikan produksi 353 persen sampai dengan tahun 2015. "Berdasarkan inventarisasi data produksi dan penelaahan potensi pengembangan sumberdaya perikanan, maka disimpulkan bahwa untuk peningkatan produksi perikanan harus ditumpukan pada usaha perikanan budidaya antara lain budidaya karamba yang lokasinya cukup tersedia dan teknologinya sebagian besar sudah dikuasai oleh pembudidaya,"ujarnya. Di tambahkan, aplikasi visi peningkatan produksi perikanan secara signifikan, oleh Pemprov Kaltim , satu diantaranya dengan mencanangkan program pengembangan 500.000 Karamba, sedangkan bentuk karamba yang dimaksud yaitu karamba kayu, karamba jarring apung dan karamba tancap, baik yang berada di air tawar maupun laut dengan bahan yang beragam antara lain kayu, jaring (net), fiber glass, kawat dan lain-lain. Jumlah karamba yang ada (existing) sampai tahun 2009 sudah mencapai 18.133 buah dari alokasi 500.000 buah sampai pada tahun 2014 yang akan datang. "Pencanangan program pengembangan 500.000 Karamba itu telah memperhatikan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Kaltim antara lain, potensi lahan air tawar sebesar 2,7 Juta ha berupa rawa, sungai dan danau dengan dukungan utama pada sungai-sungai besar (Mahakam, Segah Kelay, Kendilo, dll), danau-danau besar (Semayang, Melintang, Jempang). danau buatan (danau eks. tambang batu bara), dan potensi luas laut 44.892,8 km2 dengan garis pantai sepanjang 1.185 km,"papar Awang.mar
|