Perlu Budaya Tertib Membangun Samarinda2010-12-14 01:44:22
SAMARINDA-Strategi pembangunan budaya tertib kota Samarinda perlu disosialisasikan. Yakni penyadaran semua pemangku kepentingan akan pentingnya budaya tertib. Media cetak dan elektronik perlu berperan serta dalam sosialisasi. Untuk pemberdayaan, dengan memberdayakan semua pemangku kepentingan, yakni orang tua, satuan pendidikan, ormas, agar dapat berperang aktif dalam pendidikan karakter budaya tertib. "Perilaku tertib dibina dan dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai kehidupan agar menjadi budaya," kata mantan anggota DPR RI Hj Eka Komariah Kuncoro dalam diskusi bulanan SPS cabang Kaltim di Balaikota, Senin (13/12). Dia mengambil contoh kondisi sekarang di Samarinda. Seperti, di simpang empat lampu hijau hanya menyala sebentar, akibatnya kendaraan macet memanjang yang tidak sabar menerobos lalulintas. Juga seperti tidak tertibnya masyarakat membuang sampah, akibat dari peraturan yang tidak tepat. Untuk itu, perlunya membangun kerjasama sinergis antara semua pemangku kepentingan. Ia menambahkan, budaya tertib dimasyarakat bisa dilihat dari ciri-ciri karakter masyarakatnya dalam kehidupan sehari-hari.Sikap mental tidak disiplin, tidak tertib mampu menggerogoti hasil-hasil pembangunan fisik, ekonomi, sosbud dan lingkungan hidup. Seperti, bahaya banjir, berbagai musibah, kecelakaan dan lingkungan hidup yang tidak nyaman yang disebabkan perilaku tersebut. Menurut dia, keadaan itu umumnya akibat belum ada regulasi yang mengatur segala sesuatu, untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Kepekaan untuk membaca titik kritis yang harus diperhatikan sangat kurang. Hal ini terjadi karena, kata dia, konsep perencanaan masih rendah. Terlebih lagi implementasinya. Dalam membangun budaya tertib, melalui pendidikan karakter dn pembangunan moral masyarakat. Masyarakat yang memiliki perilaku olah hati yang jujur, olah pikir yang cerdas, olahraga yang tangguh dan olah rasa peduli.john/aon
|