Dana Bantuan PAUD Diduga DisunatListia Fitriani Sebut itu Fitnah
2010-12-15 05:26:42
TANJUNG REDEB – Dana bantuan untuk tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diduga disunat oleh pengurus himpunan pendidikan dan tenaga kependidikan anak usia dini (Himpaudi) Berau. Selain itu, juga diduga terjadi pencairan dana intensif fiktif. Menurut informasi dari tiga orang anggota Himpaudi kepada Poskota Kaltim kemarin, dana bantuan dari Pemprov Kaltim sekitar tahun angggran 2008 – 2009 yang seharusnya diserahkan ke kelembagaan PAUD yang seharusnya diberikan Rp 10 juta per PAUD, tetapi yang diberikan kepada pengurus hanya Rp 7,5 juta. Begitu juga dana bantuan rintisan PAUD, yang besarnya Rp 30 juta, tetapi yang diberikan hanya Rp 25 juta, dan itu pun terkesan pilih kasih. Misalnya, PAUD Mandala, Tunas Mulyana, Al Ikhsan baru setahun berjalan sudah mendapat bantuan. Sementara PUD yang sudah lama berdiri seperti Suaran Ceria, Harapan Indah dan PAUD Tumbit Indah hingga kini belum pernah dibantu. Selain itu juga ada dugaan penyunatan terhadap tutor (guru PAUD, red), yang semula mendapatkan honor Rp 400 ribu, kini per bulan hanya diterima para guru Rp 250 ribu. Itu pun di berikan hanya pada tiga guru, padahal guru di PAUD lebih dari tiga orang. Sehubungan dengan dugaan penggelapan dana tersebut, menurut data yang diperoleh beberapa wartawan, bahwa pencairan dana bantuan bagi pendidik PAUD sebesar Rp 1.250.000 per tahun dari Pemprov juga diduga piktif. Misalnya atas nama Emie Widiastuti alamat Desa Pilanjau, MakajangKecamatan Sambaliung, dia ini menurut informasi bukan guru PAUD, tetapi pemilik rumah yang disewa oleh Ketua Himpaudi Berau, Listia Fitriani. Kemudian Viesta Nifitrie tetangga Ketua Himpaudi, dan Listia Ketua Himpaudi warga Pegat Bukur Kecamatan Sambaliung juga mendapat kucuran dana. Padahal, PAUD Pelita Hati tempat mereka mengajar sudah tutup. Begitu juga dengan atas nama Tarliyah warga Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, dalam data tertera status guru PAUD Suli Bangsa di Karang Ambun. Tetapi menurut informasi ia hanya seorang pedagang telur. Lalu Astia S kakak dari Listia, kendati bukan seorang guru PAUD Tanjung Perengat Sambaliung, dan sekarang berdomisili di Samarinda juga mendapat kucuran bantuan dana. Dan atas nama Listia Fitriyani sendiri juga terdaftar mendapat bantuan dari Pemprov selaku guru PAUD Wakat M Makmur di Kampung Inaran Kecamatan Sambaliung. Padahal, PAUD ini juga sudah lama tutup. Karenanya, beberapa pengurus PAUD menduga kuat dana – dana tersebut disunat oleh pengurus Himpaudi, mengingat banyak hal yang janggal dalam pengelolaan keuangan tersebut. Sementara itu, Ketua Himpaudi, Listia Fitriani secara tegas mengatakan informasi itu tidak benar. Karena semua dana bantuan dari Pemprov tersebut langsung masuk ke rekening masing – masing PAUD. “Itu fitnah, yang memberikan informasi itu orang yang tidak senang dengan saya. Ini jelas ada kaitannya dengan segera dilakukannya Musda pemilihan ketua Himpaudi ,” terangnya dengan nada sedikit gemetar. Ditambahkannya, dalam hal pencairan dana, Himpaudi tidak punya kewenangan mencairkan dana, tetapi langsung dari Pemprov ke rekening masing – masing PAUD. Disinggung soal pilih kasih, Listia kembali menegaskan bahwa pihaknya hanya bisa mengusulkan nama – nama PAUD yang layak dibantu. Tetapi yang menentukan adalah Dinas Pendidikan Berau. Selain itu, Listia menjelaskan besaran bantuan, untuk bantuan kelembagaan Rp 5 juta, sedangkan rintisan Rp 25 juta, penitipan anak Rp 5 juta, dan dana bantuan untuk Taman Asuhan Anak Muslim Rp 10 juta. Secara terpisah, Kabid PLS dan Kependidikan Pelajar Disdik Berau, Hj Fatmawati SAP menegaskan, bahwa yang menentukan PAUD mana yang akan dibantu adalah Himpaudi, bukan Disdik. “Itu salah, yang mengusulkan itu Himpaudi sendiri, bukan Disdik. Kita ini hanya menjembatani saja, lalu kita bawa ke Pemprov, dan Pemprov lah yang menentukan dana bantuan itu,” tegasnya. Ditanya benarkah honor untuk guru PAUD saat ini Rp 250 ribu perbulan? Ia membenarkan informasi itu. “Kalau dulu memang Rp 400 ribu, tapi sekarang Rp 250 ribu. Mengingat dananya terbatas, jumlah gurunya terus bertambah. Jadi ya dibagi – bagi lah dana bantuan Pemkab Berau ini,” terangnya. roz
|