APBD PPU 2011 Defisit Rp 300 Miliar2010-12-15 05:29:13
BALIKPAPAN, Nanang Ali mengakui, pengesahan APBD 2011 ini masih mengalami defisit kurang lebih Rp 300 miliar, mengingat banyaknya serapan program kerja Pemkab PPU yang tak bisa dihindari, anggaran yang kita sahkan ini masih mengalami defisit karena banyaknya program skala prioritas. Menurut Sekretaris DPD Partai Golkar PPU, dalam laporan Banggar yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD H Ahmad Usman sebelum disahkan berulang kali menawarkan kepada seluruh anggota DPRD apakah laporan Banggar dapat disetujui. Dan seluruh anggota dewan langsung menyatakan setuju. Sebagaimana diketahui, target pendapatan anggaran 2011 sebesar Rp 895,72 miliar lebih terdiri hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain PAD yang sah sedangkan dana perimbangan sebesar Rp 783,23 miliar. Diantaranya terdiri dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, DAU dan DAK dan lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp 78,79 miliar berasal dari hibah, dana darurat, bagi hasil pajak dari provinsi, pemerintah daerah lainnya, dana penyesuaian, otonomi khusus dan bantuan keuangan provinsi atau pemerintah daerah lainnya. Untuk belanja secara keseluruhan direncanakan Rp 1,4 triliun lebih terdiri belanja tak langsung Rp 301,61 miliar lebih, belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan social, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa serta belanja tak terduga sedangkan belanja langsung Rp 1,1 triliun terdiri belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Pembiayaan, penerimaan pembiayaan sebesar Rp 557,13 miliar lebih berasal dari SILPA Rp 250,18 miliar lebih, dan dari penerimaan pinjaman daerah serta obligasi sebesar Rp 306,94 miliar dan untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 48 miliar lebih berupa pembayaran pokok utang dan penyertaan modal. max
|