Tak Ada Warga Perbatasan Pindah Kewarganegaraan2010-12-15 05:31:25
BALIKPAPAN, Sampai berita ini ditulis tidak ditemukan adanya warga Indonesia yang tinggal diperbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) – Sabah, Malaysia Timur pindah dan masuk menjadi warga negara Malaysia, kendati kehidupan ekonomi didaerah perbatasan masih jauh dari masyarakat yang tinggal diperkotaan di Kaltim. Hanya saja harus diakui yang menjadi keluhan warga disana adalah minimnya pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia baik dari pusat maupun dari daerah baik provinsi ataun kabupaten. ‘’Kami sudah melakukan pendataan baik di Krayan maupun di Pulau Sebatik dan beberapa desa di sepanjang perbatasan tidak ditemukan adanya orang Indonesia pindah menjadi warga negara Malaysia, kemungkinan didesa-desa lain tapi kami sangat yakin tidak ada yang melakukan tindakan seperti itu kendati mereka sulit disegi ekonomi,’’ tegas Andi Agoes, SH, Koordinator Perintis Kemerdekaan Republik Indoensia (PKRI) Kalimantan disela-sela pameran Hari Nusantara ke- XI kemarin di Balikpapan. Menurut Andi Agoes, memang nasionalisme di perbatasan diakui perlu mendapat perhatian. Mereka tidak pernah terbiasa dengan menyanyi lagu-lagu nasional, lebih banyak berkomunikasi dengan Malaysia termasuk dalam penggunaan bahasa Melayu. Sarana komunikasi sama sekali tidak ada keculai di Sebatik sudah ada jaringan telekomunikasi sehingga masyarakat diperbatasan lebih cenderung menonton film-film melalui TV Malaysia maupun radio. Ditanya saran, Andi Agoes mengatakan setidaknya pemerintah pusat dan daerah harus secepatnya membangun jaringan telekomunikasi diperbatasan, membangun sarana dan prasarana jalan, jembatan dan juga meminta kepada semua sekolah untuk aktif melatih para siswa lagu-lagu nasional, ini penting. Menurut Andi Agoes, yang banyak melakukan kunjungan diperbatasan mengatakan kalau yang dia ketahui memang ada warga Indonesia yang melakukan perkunjungan dengan keluarga mereka di Sabah, ada juga yang menjual hasil pertanian mereka termasuk peternakan ke Sabah dan tinggal beberapa hari namun kembali juga ke desa-desa mereka di perbatasan. Menteri pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantor, ketika berada di Balikpapan mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Boediono, mengatakan sudah mendengar isu terjadi exodus dalam jumlah besar warga perbatasan dan masuk menjadi warga Malaysia, namun hal itu masih perlu dipelajari secara cermat apakah benar atau tidak. Menhan mengaku sedih setelah mendengar informasi itu dan berupaya untuk mencegah jangan terjadi lagi, hanya saja mengaku kalau ini menjadi isu sentral di pemerintah pusat olehnya melalui Kementerian PU dan Kimpraswil terus dikucurkan dana dalam jumlah besar untuk pembangunan sarana dan prasarana terutama jalan termasuk kementerian lainnya. ‘’Kalau ada yang mengatakan pemerintah tidak menganggarkan pembangunan wilayah perbatasan itu sangat keliru, justru dari tahun ke tahun jumlah anggaran pembangunan meningkat hanya saja memang anggaran itu tidak hanya diarahkan ke perbatasan di Kaltim - Sabah, tapi juga didaerah-daerah lain yang berbatasan dengan negara tetangga.,’’ ujarnya.max
|