PT Gemida Diminta Tak Tutup MataSikapi Keluhan Masyarakat SP 2 Kota Bangun
2010-12-15 05:46:09 TENGGARONG-Perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi diwilayah Satuan Pemukiman (SP) 2 Kecamatan Kota Bangun, PT Gema Rahmi Persada (Gemida) diminta untuk tak tutup mata dalam menyikapi keluhan masyarakat sekitar perusahaan, yang mengeluhkan kebisingan akibat blasting (peledakan) batubara pada siang hari, serta masalah dugaan pencemaran limbah yang menggenangi persawahan milik petani hingga mengakibatkan gagal panen.
Dan kabarnya, pada Kamis (16/12) besok, perwakilan masyarakat serta para kelompok tani sekitar perusahaan tambang PT Gemida akan melakukan pertemuan dengan manajeman PT Gemida, inti dari pertemuan tersebut akan membahasa sejumlah masalah terkait keluhan dari masyarakat sekitar perusahaan.?Kalau dalam pertemuan itu nantinya tidak ada titik temunya, kami tentu tidak akan tinggal diam. Dan merencanakan akan memanggil manajeman PT Gemida serta masyarakat, agar masalah itu cepat selesai,? kata Ketua Komisi I DPRD Kukar Guntur saat menerima perwakilan masyarakat SP 2 Kecamatan Kota Bangun, Senin (13/12) lalu. Menurut Guntur, sebuah kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan pembinaan dan perhatian terhadap masyarakat disekitar perusahaan tambang, karena hadirnya sebuah perusahaan diharapkan memberikan dampak dalam peningkatan ekonomi masyarakat.?Itu diluar dari munculnya permasalahan menyangkut kebisingan maupun limbah. Kepedulian dan perhatian dalam bentuk Comdev perusahaan itu wajib untuk direalisasikan,? tandas Guntur. Dalam menyikapi masalah yang terjadi di SP 2 Kota Bangun itu, lanjut Guntur, diakui memang banyak areal persawahan yang rusak akibat limbah perusahaan batubara, bahkan dari 180 hektar areal persawahan kini tinggal 15 hektar saja yang dimanfaatkan untuk pertanian. ?Para petani mengeluh karena sering gagal panen, setelah perusahaan tersebut beroperasi di wilayah itu. Kita meminta supaya perusahaan juga tak tutup mata menyikapi masalah ini dan segera meresalisasikan tuntutan masyarakat sekitar perusahaan,? ujar Guntur.awi
|