Sanitasi Tingkatkan Kesejahteraan MasyarakatTim Teknis AMPL Sosialisasikan Buku Putih PPSP
2010-12-15 05:52:23
SAMARINDA—Walikota Samarinda H Syaharie Jaang menegaskan pentingnya sanitasi, karena memiliki fungsi utama dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat. Di samping itu juga berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan pemukiman serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-sehari. “Bagi kita, sanitasi tidak dianggap sebagai urusan “belakang” atau tidak prioritas. Salah satu buktinya adalah program relokasi penduduk di bantaran SKM,” ucap Syaharie Jaang dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail ketika membuka Sosialisasi Buku Putih Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukimam (PPSP) Kota Samarinda di ruang utama Balaikota Samarinda, Selasa (14/12). Dikatakannya, idealnya pembangunan sanitasi harus menjadi sebuah usaha bersama yang terkoordinir dari semua tingkatan pemerintah, organisasi masyarakat, sektor swasta dan lembaga donor. ”Pemerintah di level manapun tidak mungkin berjalan sendiri. Keterlibatan sektor swasta dan lembaga donor, termasuk masyarakat, sangat menentukan, terlebih lagi masyarakatlah yang sebenarnya merasakan langsung manfaat dari membaiknya sanitasi. Semakin baik sanitasi, semakin baik pula potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. Sementara Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Ismansyah mewakili ketua Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang juga kepala Bappeda Samarinda mengatakan saat ini sudah menginjak penyelesaian buku putih PPSP. ”Buku putih PPSP ini merupakan gambaran kondisi sanitasi kota Samarinda dan potret area kesehatan. Dimana misi sanitasi kota Samarinda tidak terlepas dari visi misi kota Samarinda sendiri,” ucapnya. Disebutkannya misi sanitasi kota Samarinda, diantaranya meningkatkan akses layanan sanitasi untuk seluruh masyarakat, terbangunnya prasarana dan sarana sanitasi secara terpadu berskala kota yang berwawasan, tingkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta, dan meningkatkan profesionalitas SDM aparatur pengelola sanitasi. Sementara Dodi Aprianur dari Tim Teknis Pokja AMPL mengatakan didalam buku putih dibahas empat komponen sanitasi yaitu bidang air minum, air limbah, persampahan dan drainase. Dalam kesempatan itu, hadir pula fasilitator provinsi Adi Sudarmanto dan fasilitator tingkat kota Rooswarini, serta tim leader (Pusat) Didit Seskoadi dan Joesfar Rivai. hms2
|