Makanan Kadarluasa Dirazia

2010-12-15  08:03:11

SAMARINDA-Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, produk makanan dan minuman (mamin) kadaluarsa dan tak layak dikonsumsi menjadi sasaran razia Pemkot dan Balai POM Samarinda.
Terbukti, dari beberapa tempat yang dirazia, petugas menemukan beberapa swalayan menjual bear yang dilarang beredar di Samarinda.
Hal ini diungkapkan M Yamin, petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Samarinda kepada Poskota Kaltim usai melakukan merazia sejumlah supermarket dan swalayan di Samarinda, Selasa (14/12).
M Yamin mengatakan, razia ini dilakukan oleg tim gabungan dari Disperindag, MUI, kepolisian serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, dengan target produk makanan dan minuman di sejumlah toko dan swalayan.
Razia dilakukan dibeberapa toko besar dan swalayan di Kota Samarinda, seperti Toko Arjuna di Jl Di Ponegoro, Hero Swalayan di Mal Mesra Indah, Robinson di Jl M Yamin dan di FoodMart dan Era 5000 di kompleks Mall Lembusuwana.
Razia ini untuk melindungi konsumen, agar terhindar dari makanan dan minuman berbahaya. Hasilnya tidak sia-sia, petugas berhasil menemukan beberapa makanan dan minuman yang dilarang beredar, namun tetap beredar seperti bear, sosis yang tidak halal dan adanya ayam potong yang diragukan sertifikasi halalnya.
"Tadi kita sudah ingatkan kepada penanggung jawab swalayan dan supermarket, agar menarik makanan dan minuman yang sertifikasi halalnya meragukan," kata M Yamin.
Soal sanksi kepada swalayan dan supermarket, M Yamin mengatakan bahwa prinsipnya, Pemkot masih memberikan himbauaan kepada pengusaha.
Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Zaini Naim mengatakan dalam pemeriksaan kali ini
MUI masih melihat terjadinya pelanggaran yang dilakukan pengelola swalayan atau supermarket.
Beberapa pengusaha swalayan dan supermarket, ternyata masih tidak melindungi hak-hak masyarakat, seperti tak diadanya keterangan sertifikasi halal terhadap produk-produk daging dan ayam.
Selain itu, MUI juga melihat adanya swalayan dan Supermarket yang menjual minuman beralkohol. "Kita minta pemkot meninjau ulang swalayan Era 5000 yang menjual bebas minuman beralkohol," kata Zaini Naim.
Selain itu, lanjut Zaini MUI, pihaknya menemukan adanya produk daging atau sosis yang tidak disebutkan komposisi daging yang dijual. Produk yang dijual hanya diberi label tidak halal. Ini sangat mengganggu dan tidak bisa dibiarkan.
"Kalau memang tidah halal, ya disebutkan saja itu daging anjing atau babi, sehingga pembeli mengetahui daging apa yang dibelinnya," tegas Zaini.
Zaini juga menemukan leher ayam potong yang dijual, ternyata uratnya belum putus. Sehingga kehalalan ayam itu diragukan, bahkan MUI meragukan sertifikasi yang dimiliki swalayan itu. Bahkan saat sertifikasi itu dicek di Jakarta, ternyata sertifikasi yang dimiliki atas nama Sumini merupakan distributor nakal.
"MUI Pusat tidak pernah memberikan sertifikasi halal kepada Distributor yang mengatasnamakan Sumini untuk produk ayam potong. Karena itu, masyarakat mesti berhati-hati, jika membeli ayam potong di swalayan supermarket di kompleks Lembusuwana itu," kata dia.
MUI juga menemukan makanan kaleng berkomposisi kandungan makananya ditutup kertas merah. Ini meragukan, sehingga makanan itu diminta ditarik dari peredaran. Begitu juga dengan produk rumahan yang ternyata masih dijual bebas tanpa mencantumkan komposisi bahan yang digunakan.
"Sekali lagi kami minta agar produk rumahan tetap mencantumkan komposisi bahan yang digunakan untuk memastikan bahwa makanan itu layak dikomsumsi. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...