Penyakit Zoonosis Masih Jadi Masalah di KaltimRakor Zoonosa Kabupaten/kota se-Kaltim
2010-12-17 06:37:23
SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak diwakili Asisten III Bidang Kesra Setdaprov Kaltim H Sutarnyoto mengatakan, penyakit menular zoonosis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kaltim, terutama rabies, DBD, H5NI, Antrax dan lainnya. Angka kejadian penyakit-penyakit tersebut masih tinggi. Oleh karena itu upaya pengendalian harus dilakukan secara konprehensif dan terpadu dengan melibatkan sektor terkait. "Oleh karena itu, melalui Rapat Koordinasi zoonosa kabupaten/kota se Kaltim ini, tentu diharapkan dapat disimpulkan suatu rumusan, agar setiap kebijakan , strategi dan langkah kegiatan dapat dilaksanakan secara terpadu dan saling bersinergi dengan setiap unsur yang terkait,"kata Sutarnyoto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit Zoonosa Kabupaten/Kota se-Kaltim, yang dilaksanakan Kamis (16/12) diruang Serba Guna Kantor Gubenur Kaltim Ditambahkan, melalui Rakor ini tentu juga diharapkan dapat terevaluasinya pelaksanaan program zoonosis kabupaten/kota se Kaltim tahun 2010, tersosialisasinya kebijakan, strategi, pokok-pokok kegiatan dari instansi terkait dan disepakatinya beberapa hal prinsip untuk meningkatkan kinerja upaya pengendalian zoonosis dimasa yang akan datang dan yang paling penting adalah diperolehnya gambaran yang aktual tentang perkembangan penyakit zoonosis saat ini. "Maka dari itu, diharapkan hasil Rakor ini, nantinya juga dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing kabupaten/kota maupun dinas instansi terkait lainnya, khususnya program dan kerjasama serta kesamaan persepsi dalam upaya penanggulangan dan pengendalian penyakit zoonosa di kabupaten/kota se-Kaltim yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,"ujarnya. Menurutnya, kesehatan adalah karunia dan nikmat Tuhan yang paling penting, yang harus kita jaga dan pelihara dengan baik. Sebab dengan tubuh yang sehat dan prima, maka segala aktivitas atau kegiatan akan dengan mudah dapat kita laksanakan. Oleh karena itu, kita harus waspada dan mampu mengatasinya dengan baik melalui penanggulangan dan pengendalian yang dilakukan secara terencana, dalam kerjasama dan koordinasi yang baik di antara para pihak terkait dan melibatkan masyarakat secara berkesinambungan. "Sehubungan dengan itu, maka pada kesempatan yang baik ini saya mengharapkan agar dapat dilakukan penanggulangan dan pengendaliannya dengan baik. Antara lain menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit tersebut. Melakukan kesiapsia-gaan dalam rangka menghadapi pandemi Influenza H1N1 dan H5N1, kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam upaya penanganan dan penanggulangan, serta membuat kese-pakatan dan Rencana Tindak Lanjut dari Rapat Koordinasi Zoonosa ini,"tandas Sutarnyoto.mar/adv
|