Kepala Kampung Penuhi Panggilan BupatiTawaran 20 Persen Akan Dikoordinasikan dengan Warga
2010-12-21 06:47:20
TANJUNG REDEB-Setelah sempat tidak memenuhi undangan Bupati, akhirnya 3 orang kepala kampung yang tengah bermasalah dengan perusahaan pengelola sarang burung walet Goa Ranggasan, Senin (20/12) menghadap orang nomor 1 di Berau itu. Dalam pertemuan tertutup, yang hanya dihadiri kepala dinas dan badan yang terkait, Bupati Berau H Makmur HAPK menawarkan jalan tengah dari tuntutan masyarakat 3 kampung Mapulu, Merabu, dan Panaan. Bupati seperti disampaikan Kepala Kampung Merabu, Asrani menawarkan 20 persen bagi hasil panen untuk semua kampung dari hasil yang mungkin dapat disetujui oleh pihak perusahaan. Ditanya mengenai kata sepakat, usai pertemuan kepada media ini, Asrani mengatakan masih akan koordinasi dengan warga. ”Yang kita mintakan 40 persen termasuk 10 untuk penemu, kita upayakan bagaimana apa yang disampaikan bapak bupati tadi bisa jadi kesepakatan yang bisa disetujui oleh masyarakat,” ujar Asrani. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, masing-masing kepala kampung mengharapkan ada kebijakan yang bisa dijembatani oleh Pemda Berau mengenai ketenaga kerjaan. Warga meminta tenaga kerja yang dipakai perusahaan PT Walet Lindung Lestari sepenuhnya dari warga kampung. ”Kalau yang skil seperti manajer camp, Wasdal dan keamanan mungkin dari perusahaan dan polisi,” ujarnya lagi. Sementara terkait pengelolaan lanjutan atas Goa Ranggasan, masyarakat meminta kelak akan dikelola sendiri oleh masyarakat melalui koperasi. Menjawab hal itu, Bupati menyebutkan melalui proses hukum, yakni berita acara penyerahan pengelolaan SBW kepada yang diinginkan oleh penemu sarang yakni Paul seorang warga Mapulu. Kepala Kampung Mapulu, Ayub mengharapkan dengan adanya kesepakatan kelak, harus disertai dengan seluruh pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah dalam pengawasan. ”Seperti tenaga kerja jika disepakati maka kalau sampai tidak dijalankan oleh perusahaan maka Pemerintah bisa menindak tegas mereka, jadi tidak hanya sebatas pembicaraan tapi sampai pelaksanaan nanti, termasuk yang 20 persen kalau disepakati semua pihak,” harap Ayub. Sementara kepala Kampung Panaan, Ambai enggan berkomentar banyak mengenai hasil pertemuan dengan Bupati. Hasil serapan pertemuan, Bupati juga meminta semua kepala kampung untuk membuat proposal sebagai presentasi pengelolaan anggaran dari bagi hasil panen yang dialokasikan nanti. Hal itu guna memastikan peruntukan dana dimaksud agar tepat guna sesuai dengan kebutuhan warga kampung. as
|