PT WKP Diultimatum Selesaikan Ganti Rugi Lahan

2010-12-21 05:53:43

2010-12-21  06:53:28

BALIKPAPAN, Perwakilan pendemo Ramli memberikan ultimatum kepada PT Waru Kaltim Plantation untuk menyelesaikan tuntutan ganti rugi lahan warga yang dikuasainya, selama 8 hari. Apabila dalam waktu dalam waktu delapan hari tidak selesai, maka akan melaporkan PT. WKP ke Komnas Ham, ke Komisi Ombudsman dll. Ramli juga mengancam akan menggelar demo di Istana Negara, dan aksi aksi demo lainnya.
“Pokoknya kita tidak akan pernah berhenti berdemo dan melaporkan PT WKP ke mana-mana, termasuk ke DPR RI, “ tegas Ramli pada saat menggelar acara jumpa pers di Kafe Shop Saudara Balikpapan.
“ Tidak mungkin ada buah langsat kalau tidak ada tanahnya, jadi yang kita tuntut ini ganti rugi tanahnya selama dikuasai PT WKP, “ tegas Ramli.
Sebelumnya pada tanggal 17 Desember 2010. Puluhan warga Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan aksi demo di areal perkebunan sawit PT. Waru Kaltim Plantation (WKP) di Waru Kabupaten Penajam paser Utara.
Warga menuntut kepada PT WKP untuk mengganti rugi pemakaian lahan warga yang telah di garap lama oleh PT. WKP. Menurut warga lahan tersebut tidak termasuk di dalam Hak Guna Usaha milik PT. WKP, lahan seluas 1.200 Ha tersebut berada di luar HGU PT WKP. Karena menurut warga lahan HGU PT. WKP hanya mencapai 6464,36 Ha, sementara hasil JPS didapat lahan PT WKP mencapai 7215 Ha.
“Jadi ada sekitar seribuan hektar lebih lahan warga yang diambil oleh PT. WKP dan telah digarap perusahaan tersebut selama 25 tahun 11 bulan sejak lahan itu diambil alih oleh PT. MUI yang sekarang menjadi PT. WKP, “ujar Ramli Kuasa Warga.
Sementara itu dari data yang didapat diketahui Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah meminta kepada Badan Pertanahan Nasional Penajam untuk melakukan Penelitian, Inventarisir dan Pengukuran Tanah. Surat tersebut dibuat tanggal 22 Desember 2010, dengan nomor : 500/2357/Pem/x/2010.
Sementara itu manajemen PT WKP mengundang kepada warga penuntut untuk mengadakan pertemuan di Kantor PT WKP hari itu. Dalam pertemuan pada tanggal 17/12 di kantor PT WKP, juga dihadiri unsure Polresta Penajam Paser Utara, Unsur TNI AD dari Koramil Penajam, perwakilan kedua belah pihak baik dari WKP dan warga. Dalam pertemuan tersebut, manajemen perusahaan menjelaskan bahwa lahan-lahan warga tersebut telah dilakukan pembayaran, bahkan semua warga juga sempat ditanya perusahaan apakah masih ada yang belum dibayar.
PT. WKP sendiri ,mengaku telah melakukan ganti rugi lahan tersebut kepada warga. Bahkan waktu itu menurut versi WKP, semua warga telah diganti dan tidak ada yang belum diganti. Sementara Ramli kuasa penggugat, mengatakan bahwa yang dibayar itu bukan ganti rugi lahannya, tapi ganti rugi tanam tumbuhnya, Jadi masalah tanah garapan sama sekali belum pernah diganti.
Ramli kuasa dari 72 warga penuntut mengatakan bahwa ia memiliki bukti-bukti yang sah terhadap lahan-lahan yang dikuasai PTWKP, dan dia juga akan terus berjuang sampai hak-hak 72 warga ini bisa diganti.syah

 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Senin 27 Oktober 2014
Senin 27 Oktober 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2503 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...