Kesetiakawanan di Kaltim Kian Meningkat

2010-12-21  07:31:56

SAMARINDA–Program pengentasan kemiskinan dan pengangguran tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran masyarakat lain yang memiliki kemampuan sangat diperlukan dalam semangat “kesetiakawanan”.
“Pemerintah memiliki tanggungjawab dalam hal pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Namun pemerintah juga sangat berharap partisipasi masyarakat untuk mendukung program tersebut,” kata Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy usai memimpin peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Ibu ke 82 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (20/12).
Partisipasi dapat dilakukan dalam berbagai program pro rakyat yang telah dilaksanakan diantaranya pengembangan ekonomi produktif di daerah perkotaan maupun pedesaan. Masyarakat yang memiliki kemampuan baik secara perseorang maupun kelembagaan dapat mensinergikan kontribusinya dalam program-program produktif tersebut. Salah satunya dalam dukungan permodalan atau pemasaran produk.
Meski Pemprov Kaltim telah mengupayakan kemudahan kredit lunak bagi masyarakat dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), salah satunya melalui Bankaltim, namun peran swasta melalui bantuan community Social Responsibility (CSR) tetap diperlukan.
Farid Wadjdy sangat optimis kesetiakawanan nasional juga dimiliki rakyat Kaltim melalui isu-isu Kaltim Bangkit yang saat ini terus digaungkan sebagai perwujudan “Membangun Kaltim Untuk Semua”.
“Saya optimis kesetiakawanan rakyat Kaltim akan semakin meningkat. Selain gaung Kaltim Kaltim Bangkit. Indonesia saat ini tengah disatukan dengan patriotisme dan nasionalisme tim sepakbola kita dalam kejuaraan AFF. Saya pikir ini momentum yang baik untuk membangun rasa kesetiakawanan,” tegas Farid Wadjdy.
PARTISIPASI
Sementara itu, terkait peringatan Hari Ibu ke 82, Wagub Farid Wadjdy mengajak lembaga dan organisasi perempuan bekerjasama mendukung pemerintah dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat, khususnya kaum perempuan dan ibu.
Secara umum perempuan masih memiliki masalah dalam hal kesetaraan dengan kaum lelaki di bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan politik. Perempuan masih dinilai belum mampu setara dengan kaum pria.
“Keberadaan sejumlah organisasi perempuan seperti Tim Penggerak PKK, BKOW, Dharma Wanita Persatuan, LSM dan Pemerhati Perempuan yang ada di daerah ini diharapkan dapat membantu mengurangi permasalahan-permasalahan yang dihadapi para ibu dan kaum perempuan,” ungkap Farid Wadjdy.
Selain melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada anggota dan masyarakat, Wagub Farid Wadjdy menambahkan hal terkecil yang dapat dilakukan lembaga dan organisasi perempuan adalah mengkampanyekan kepada perempuan dan ibu tentang pentingnya menjadi teladan yang baik untuk menjawab tantangan masa depan yang kian kompleks, setidaknya dalam lingkup terkecil, keluarga.
Usai melakukan Peringatan HKSN dan Hari Ibu ke 82, Wagub Farid Wadjdy juga menyempatkan diri meninjau beberapa stand pameran yang dipajang tepat di depan Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur. Stand diisi beberapa produk hasil kerajinan mitra binaan Dinas Sosial Kaltim. mar

 

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1236 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...