Insan Pers Berau Belajar LagiSoeparno Kasim: Bukan Hanya Beri Informasi Tapi Etika Penyampaiannya
2010-12-22 06:04:19
TANJUNG REDEB- Puluhan insan pers Berau mulai media cetak, elektronik, radio hingga pencinta fhotografi, Selasa (21/12) mengikuti kegiatan workshop jurnalistik yang digagas PT Berau Coal (BC). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang kesekian kalinya dilaksanakan bagi penambahan wawasan dan pengetahun insan pers di Berau yang dilakukan BC dengan pemateri berbeda seperti sebelumnya. Bertempat di Aula Hotel Bumi Segah, workshop tersebut seraca resmi dibuka oleh Asisten II Soeparno Kasim. Dalam sambutannya diminta kepada seluruh peserta agar mengambil manfaat yang diberikan untuk menambah wawasan dalam profesi jurnalistik. “Seorang jurnalis harus punya jiwa seni, memotret dan menulis merupakan jiwa seni jurnalis, namun perlu diingat perkembangan era saat ini jurnalis dituntut lebih kreatif seiring dengan kemajuan tekhnologi. Saya sendiri kalau tidak sibuk dengan pekerjaan mau ikut pelatihan ini,” ungkapnya. Hal penting lainnya disampaikan kepada seluruh peserta adalah pentingnya mematuhi etika penyampaian informasi publik. “Tidak sekedar memberikan informasi tapi juga cara penyampaiannya,” ujarnya lagi. Pemateri workshop, Farid Gaban, merupakan seorang senior dibidang jurnalistik, mantan redaktur pelaksana di majalah Tempo. Hal menarik, dimana Farid baru saja menyelesaikan perjalanan keliling Indonesia dengan sepeda motor untuk mempelajari khasanah budaya bangsa Indonesia dari dekat. “Pertama saya yakinkan bahwa semua masyarakat Indonesia ramah, ini saya jamin,” ungkapnya. Materi yang diberikan adalah penulisan feature dan esai fhoto. Dalam pemaparannya, Farid menyebutkan bahasa fhoto dapat mewakili seribu kata, karenanya fhoto dalam jurnalistik dianggap sangat penting dalam penulisan berita media cetak. Workshop dilaksanakan selama 2 hari yang terbagi menjadi 2 tahap, yakni hari pertama pemberian materi pembelajaran dan hari kedua praktek lapangan yang akan dilakukan di kampung Bena Baru Kecamatan Sambaliung. as
|