SPN Balikpapan Dilalap Api2010-12-22 06:08:25
BALIKPAPAN, Kalau selama ini kepolisian menjadi harapan masyarakat yang rumah atau tokoh mereka terbakar namun kini sebaliknya jajaran kepolisian disibukkan dengan terbakarnya sejumlah fasilitas milik Sekolah Kepolisian Negara (SPN), Jl. Sudirman, Staal Kuda, Kelurahan Gunung Bahagia kecamatan Balikpapan Selatan. Kebakaran yang melululantakkan sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, ruang latihan judo dan delapan rumah milik anggota Kepolisian rata menjadi abu setelah jago merah merangsek. Kebakaran sementara diduga akibat terjadinya hubungan arus pendek atau konsleting. Namun hal itu masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.10 Wita Senin (20/12) tadi mengakibatkan sejumlah rumah atau asrama milik kepolisian serta sejumlah fasilitas ludes dilalap api cepat merembet ketempat lainnya karena tiupan angin laut yang cukup kencang jilatan api yang berkobar melalap habis sejumlah fasilitas pendidikan milik polisi itu. ‘’Tidak tersisa bangunan ruang kelas atau pelatihan bagi anggota bintara baru Polisi persis di belakang pos pemeriksaan pintu masuk menuju SPN, jago merah juga menyambar bangunan tempat latihan judo serta delapan rumah yang selama ini menjadi asrama polisi,’’ ujar sejumlah anggota polisi yang sibuk memadamkan api yang terlihat terus membesar. Api dengan leluasa membakar hangus ruang kelas, ruang latihan judo dan asrama di pinggir pantai SPN, karena letak bangunan yang berdekatan sehingga api dengan mudah menyulut bagian atap yang terbuat dari sirap, apalagi angin laut berhembus cukup kencang, selain kobaran api yang besar, asap hitam tebal membumbung tinggi ke udara. Timbulnya asap tebal itu diduga akibat sejumlah matras berbahan busa dan karet yang digunakan untuk latihan bela diri judo terbakar kendati mengalami musibah namun tidak ada korban jiwa sedangkan insiden kebakaran itu terjadi usai apel, seluruh penghuni asrama dibuat panik terlihat ratusan anggota SPN dan Satuan Brimob Polda Kaltim berupaya memadamkan api yang terus mengamuk. Pemadamam dilakukan secara tradisional karena truk pemadam kebakaran terlambat tiba sehingga upaya pemadaman dilakukan dengan cara menyiramkan air seadanya, kepanikan juga terjadi di pemukiman asrama yang dihuni puluhan kepala keluarga penghuni berhamburan menyelamatkan barang-barang berharga dan barang lain yang masih bisa diselamatkan. "Mobil PMK bukan terlambat datang tapi karena macet, jadi anggota berupaya melancarkan jalurnya untuk menuju ke lokasi. Ada 16 truk PMK dari instasi swasta dan pemerintah ditambah pula mobil tangki air milik masyarakat namun kebakaran sudah terlanjur meludeskan sejumlah rumah dan bangun kelas milik SPN," kata Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik, ditemui di lokasi kebakaran. Petugas di asrama SPN tidak banyak menyelamatkan barang-barang mereka. Karena api berkobar begitu cepat dan membesar. "Tiba-tiba api sudah membesar dan terus berkobar sampai ke asrama paling belakang, rumah beserta isinya sudah habis terbakar tak tersisa. Istri dan anak saya keluar menyelamatkan diri tapi barang-barang sudah tak bisa diselamatkan," kata Syarifudin yang kesehariannya dinas bidang Humas Polda Kaltim. Polisi sendiri masih belum menyimpulkan asal mula api serta dugaan penyebab timbulnya api. "Kami sedang menghimpun keterangan sampai kini sudah empat orang saksi. Dari Satpam yang sedang mengikuti pelatihan kami mintai keterangan, belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran itu kendati ada yang mengatakan akibat korsliting namun yang pastiu awalnya api dari dari ruangan kelas," jelas Kapolres. Ditempat yang sama, Kepala SPN Polda Kaltim AKBP Tajuddin menerangkan, saat kejadian kebakaran tidak ada kegiatan belajar mengajar siswa bintara maupun yang sedang dalam pelatihan baik di ruangan kelas maupun ruangan latihan bela diri judo, kondisi ruangan kelas sedang kosong begitupun pula tempat latihan judo.max
|