Bupati Kukar Jadi Pembicara di Metrotv2010-12-22 07:38:35
TENGGARONG, Dalam rangka memperingati Hari Ibu, tepatnya jatuh hari ini Rabu (22/12) menjadikan momentum ataupun kosekwen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Yang bertujuan untuk mengangkat kesetaraan hak dan kewajiban kaum perempuan dalam mengisi pembangunaan di Indonesia, atau kesetaraan Gender. Terkait dengan itulah, Selasa (21/12) kemarin,sekitar pukul 16.45 Wita. Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menjadi pembicara secara live di Metrotv tentang program kebijakan yang mengangkat potensi kaum perempuan. Menurut penjelasan Rita Widyasari, itu tertuang dalam Program Gerbang Raja, (Gerakan Pengembangan Rakyat Sejahtera). Dimana telah dianggarkan 2% dari APBD 2010 tentang Program Pemberdayaan Perempuan. "Saya sangat optimistis selama kurun waktu satu tahun kaum perempuan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara akan bisa menjadi pelaku pembangunan, melalui kemampuan usaha yang dimiliki. Istilahnya kaum perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa memberikan income pada rumah tangganya, sehingga bisa membantu suami," katanya. Dalam kesempatan itu, Rita juga mengajak semua Kepala Daerah yang ada diseluruh Indonesia untuk turut mengembangkan potensi kaum gender. Sekaligus memberikan kesempatan bagi kaum perempuan eksis serta maju dalam pembangunan. "Karena apa, perempuan itu memiliki kelebihan. Diantaranya teliti, serta memperhatikan hal yang sedetail ataupun sekecil-kecilnya. Makanya saya yakin kaum perempuan bisa bersinergi mengisi pembangunan. Baik di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya dan Indonesia umumnya," paparnya. Termasuk muncul pertanyaan dari pemirsa, kepada Rita Widyasari yakni masalah pengartian Gender. Pertanyaan pemirsa dapat dijawab dengan lugas oleh Bupati Perempuan Pertama di Provinsi Kalimantan Timur tersebut. Termasuk dipaparkan, program-program pemberdayaan perempuan, selain berhubungan dengan perekonomian, juga erat kaitannya dengan masalah peningkatan pelayanan kesehatan bagi kaum perempuan. "Yang jelas saya tidak mau mendengar pelayanan kesehatan kaum perempuan di Kutai Kartanegara terganggu. Kami programkan penempatan bidan di semua wilayah, baik diwilayah yang terpencil. Semuanya itu ditunjang insentif yang ada," lanjutnya.dp
|