Perempuan Berperan Aktif dalam Pembangunan

2010-12-23  06:55:59

SAMARINDA-Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Linda Amalia Sari, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Sutarnyoto menyampaikan bahwa kaum perempuan telah berperan secara aktif, baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan, berkiprah di berbagai bidang pembangunan sebagai agen perubahan dan duduk di dalam jabatan-jabatan strategis, dan dapat menikmati hasil pembangunan bersama-sama dengan kaum laki-laki di seluruh wilayah Indonesia.
"Hal ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan yang telah dirintis sejak tahun 1928 yang lalu tetap dipelihara dan bahkan ditingkatkan hingga saat ini. Dengan kata lain, perjuangan kaum perempuan yang telah dirintis selama 82 tahun tersebut telah menjadikan kita semakin kokoh dalam mengisi dan melanjutkan cita-cita bangsa," jelas Sutarnyoto dalam acara peringatan Hari Ibu  ke-82 Tahun 2010, di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim.
Namun demikian tambah Sutarnyoto,  tidak dapat dipungkiri masih banyak tantangan yang  dihadapi di dalam memberdayakan kaum perempuan dan upaya mewujudkan kesetaraan anatara perempuan dan laki-laki, mengingat masih kentalnya budaya patriarki di sebagian wilayah Indonesia, dan masih adanya diskriminasi gender dan tindak kekerasan terhadap perempuan yang memperlambat terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
"Untuk itu tema yang diangkat guna memperingati Hari Ibu ke-82 Tahun 2010 ini adalah "Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki untuk Membangun Karakter Bangsa dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Bermartabat. Makna dari tema ini antara lain adalah nilai-nilai kesetaraan antara perempuan dan laki-laki merupakan landasan bagi pembentukan karakter dan budi pekerti untuk mencintai tanah air dan bangsa, dan memegang teguh rasa nasionalisme, serta wawasan kebangsaan yang hakiki,"paparnya.
Menurutnya, sejalan dengan itu, maka upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan perlu dimulai sejak dini dari dalam keluarga, diteruskan ke sekolah dan lingkungan masyarakat. Penghargaan dan toleransi terhadap kemajemukan suku, umat beragama, ras dan antar golongan, sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa, juga perlu dikedepankan dan terus diper-kuat. Kata "sehat" dimasukkan ke dalam tema kali ini menunjukkan bahwa tanpa adanya kesehatan maka tidak mungkin bangsa kita dapat melaksanakan pembangunan.
"Selain itu bermakna bahwa fokus PHI tahun 2010 ini antara lain adalah untuk mendukung terwujudnya salah satu Tujuan Pembangunan Millenium bidang kesehatan pada tahun 2015. Upaya-upaya penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradaban bangsa juga harus menjadi agenda utama penegakan hak azasi perempuan,"pungkas Sutarnyoto.
Acara itu juga dihadiri ibu Amalia Awang Faroek Ishak, Hj Ruzaimah Farid Wadjdy, Hj Rita Rutinah Irianto Lambrie, Hj Piji Astuti Syahari Jaang, serta organisani wanita, PKK serta undangan lainnya, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan langsung oleh Sutarnyoto serta pembagian door prize kepada undangan.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1236 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...