Kaltim Enggan Lepas Eko ke Jatim2010-12-23 07:04:28
SAMARINDA-Keinginan lifter Eko Yuli Irawan untuk berpindah ke Jawa Timur bakal terganjal dikarenakan KONI Kaltim maupun pengprov PABBSI Kaltim enggan melepas mantan peraih perunggu Olimpeide Beijing itu hijrah ke Propinsi lain. "Sampai saat ini memang belum ada permintaan resmi, dan baru sebatas wacana, sehingga kami juga belum bisa menanggapi rencana itu dengan serius," kata Sugeng Mochdar wakil ketua PABBSI Kaltim di Samarinda, Rabu (22/12). Kalaupun sudah ada surat resmi, Sugeng mengatakan pihaknya tetap akan mempelajari permintaan tersebut, dan akan mempertimbangkan asas manfaat tentunya untuk kepantingan propinsi Kaltim sendiri. "Ada suratnya pun masih membutuhkan proses yang panjang, dan kami juga tidak mudah untuk memutuskan, namun yang pasti untuk saat ini kami tidak mau berandai-andai karena belum ada surat resmi baik dari atlet mapun provinsi yang menampungnya," jelasnya. Sementara itu Ego Arifin wakil ketua II KONI Kaltim membidangi prestasi mengatakan bahwa Eko sudah menjadi aset dan kebanggaan masyarakat Kaltim dengan prestasi yang dicapainya. "Tentunya kita akan mempertimbangkan dengan serius niatannya untuk pindah, karena dia sudah dibiayai mulai pertam kali dia bisa untuk gigi di kejurnas maupun kejuaraan internasional,' jelas ego. Ego mengatakan bahwa pertama kali Eko direkrut oleh Kaltim dari Kalsel belum menunjukan prestasinya baik nasional maupun Internasional. "Medali yang diraihnya pada Olimpiade, SEAG, PON maupun kejurnas dicapai Eko ketika sudah membela Kaltim dan itu tidak lepas dari peran Kaltim untuk membiayai program pelatihan Eko menuju kesuksesannya," papar Ego. Ego juga menjelaskan bahwa selama ini Kaltim juga tidak pernah lepas tangan terhadap atlet berprestasi, karena selain bonus kejuaraan, setiap bulannya KONI Kaltim memberikan Dana Prestasi kepada atlet yang besarnya sesuai dengan indek yang ditetapkan. "Kita sudah mengupayakan hal yang luar biasa sebagai penghargaan kepada atlet berprestasi, adapun faktanya atlet masih merasa kurang itu sifatnya relatif dan sangat manusiawi yang dirasakan oleh setiap orang,' tegas Ego mengakhiri.at
|