Warga Perbatasan Kesulitan BBM2010-12-23 07:10:57
SAMARINDA-Meski telah menjadi kawasan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, namun warga perbatasan Indonesia di Maratua Kabupaten Berau masih kesulitan mendapatkan BBM, dengan harga murah. Akibatnya, banyak perahu nelayan tidak bisa berlayar. Mereka hanya bisa melaut ketika mendapatkan BBM dari Tanjung Redeb. Hal ini diungkapkan Camat Maratua Kudarat SH kepada Poskota Kaltim belum lama ini. Seharusnya. menurut Kudarat, Maratua sebagai pulau terluar dari negara kesatuan Indonesia memiliki satu unit APMS (Agen Premium Minyak dan Solar), yang mengatur perdagangan BBM di wilayah ini. "Jika ada APMS, dipastikan para nelayan tidak akan kesulitan lagi mendapatkan BBM untuk armada melaut mereka. Saat ini, para nelayan lebih tergantung pada pembeliaan minyak eceren di wilayah Tanjung batu," kata Kudarat. Apabila membeli eceran, kata dia, selain hargannya mahal, juga membebani para nelayan. Karena nelayan akan kehilangan setengah dari BBM yang digunakan ketika membeli BBM di Tanjung Batu, karena jarak tempuh dari Tanjung Batu ke Maratua jauh. Jika membeli 100 liter, minimal 20 liter sudah habis digunakan membeli BBM, sementara mereka belum melaut. Jadi, diharapkan dengan adannya APMS bisa membantu kebutuhan nelayan akan BBM. Sementara itu Ramli, nelayan warga Maratua Kabupaten Berau mengatakan akibat terbatasnya ketersediaan BBM, dirinya tak bisa melaut dan menjual hasil tangkapan ke daerah lain. Dirinya, hanya bisa menjual hasil tangkapan untuk warga Maratua. "Para nelayan disini sebagian besar sudah tidak dapat melaut lagi, karena keterbatasan BBM. Nelayan harus menempuh perjalanan jauh untuk menjual dan mendapatkan ikan," kata Ramli. Karena itu, dia mengharapkan Pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan BBM bagi nelayan tradisional yang mempergunakan mesin tempel. “Saya sangat berterima kasih sekali jika ada pihak yang berkenan membantu nelayan mencukupi kebutuhan BBM,” katanya. M4n
|