Asing Mulai Lirik Pulau Maratua2010-12-23 07:13:35
SAMARINDA-Minimnya perhatian pemerintah terhadap pulau-pulau terluar di Indonesia akan berdampak pada hilangnya kepemilikan pulau-pulau itu dari NKRI. Seperti pulau Sipada dan Ligitan, yang lepas dari NKRI. Kini, apakah pulau-pulau didaerah terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga kembali lepas. Pulau Maratua, salah satu pulau yang dimiliki Indonesia di Kabupaten Berau dan berbatasan dengan Laut Filipina yang berada tidak jauh dari Pulau Mindanau kini mulai dilirik Asing. Kini, dua perusahaan asing telah membangun sektor pariwisata laut, dengan objek wisata baharinya. Salah satunya adalah wisata bahari di Pulau Maratua. Warga negara asing pun sering berkunjung ke pulau yang merupakan salah satu pulau terluar di gugusan kepulauan Berau (Borneo) itu. Sayangnya, pulau yang mayoritas penghuninya dari Suku Bajau itu kini lebih dikenal dengan sebutan Paradise Island, nama sebuah perusahaan asing asal Malaysia. Sementara, nama Maratua tenggelam bersama minimnya perhatian dari pemerintah terhadap keberadaan pulau itu. Diketahui, di pulau yang luasnya 2.282,46 hektare itu hanya ada kendaraan roda dua saja sebagai alat transportasi warga. Untuk berpergian dari kampung satu ke kampung lainnya, warga pun harus lebih banyak melalui jalan setapak dengan sepeda motor. Menurut Camat Maratua Kudarat kepada Poskota Kaltim, bukan tidak ada perhatian, namun hingga saat ini perhatian pemerintah masih kurang. ”Kami akui pembangunan infrastruktur di sini (Maratua, Red) masih kurang. Tapi bukannya pemerintah daerah tidak memperhatikan,” kata Kudarat. Saat ini, lanjutnya secara bertahap, pemerintah Berau melakukan pembangunan infrastruktur. Mulai jalan hingga kebutuhan dasar masyarakat lainnya. Seperti air bersih, pendidikan dan kesehatan. “Listrik saat ini pemerintah telah mengupayakan pembangunan pusat listrik tenaga surya, namun karena baru uji coba maka hanya 100 rumah yang bisa teraliri sambungan listrik," kata Kudarat. Meski demikian lanjut Kudarat, Maratua adalah tujuan wisata bahari yang menjadi andalan Kabupaten Berau. Daerah ini terkenal dengan sebagai salah satu “surga” para penyelam. Panorama alam yang begitu elok dipandang, tak hanya ketika matahari mulai terbenam namun yang menjadi daya tarik para wisatawan adalah pemandangan alam bawah lautnya. Namun lanjut Kudarat, keberadaan beberapa pengusaha asing yang berinvestasi didaerah itu membuat kekhawatiran warga sekitar. Para pengusaha melakukan usaha ditempat itu namun tidak melibatkan masyarakat sekitar untuk maju. Selain tidak ada pembinaan, kata dia, bagi masyarakat Maratua untuk bisa ikut berusaha dengan melakukan pembinaan pembuatan cenderamata atau lainnya, pihak pengelola resort tidak pernah memperkenalkan budaya masyarakat maratua kepada tamu-tamu dari luar. Lanjut dia, sebagian besar para pekerja resort adalah warga Maratua. Namun, hal itu tidak cukup, karena seharusnya keberadaan resort itu mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Disinggung keinginan masyarakat untuk bergabung dengan negara tetangga, jika terus tidak mendapat perhatian, Kudarat mengaku belum mengetahuinnya. "Tidak ada keinginan seperti itu. Namun saya yakin Maratua tidak akan dicaplok oleh negara tetangga atau orang asing. Apalagi di Maratua sudah ada Polsek dan Koramil yang siap mengamankan pulau ini," kata Kudarat. Kendati demikian, Kudarat mengaku bahwa warga di Maratua tetap waspada. Meskipun, kemungkinan lepasnya Pulau Maratua ke tangan asing sangat kecil atau bahkan tidak mungkin. “Memang kasus Sipadan dan Ligitan berbeda. Karena kedua pulau itu sebelumnya memang dikuasai operator wisata dari Malaysia. Sedangkan Maratua sudah berpenghuni sejak puluhan tahun silam. Tapi bagaimanapun juga kita harus waspada, karena di pulau ini juga ada operator resort berasal dari Malaysia” kata Kudarat. Untuk menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu yang cukup lama. Dari Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten saja, waktu normalnya sekitar 3 sampai 4 jam dengan menggunakan speedboat. Jika ingin melalui Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, terlebih dulu melalui jalur darat yang dapat ditempuh 2 jam perjalanan dari Tanjung Redeb. Setelah itu, menggunakan speedboat sekitar 30 menit lebih. Koordinat titik terluar Maratua 20 15’ 12? LU, 1180 38’ 41? BT. Pulau ini berbatasan dengan negara tetangga Malaysia (Malingsia) dan Filipina atau berada di Selat Sulawesi. Maratua terdiri dari empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan Bohebukut, Teluk Alulu, Bohesilian dan Payung Payung. Suku yang bermukim di Maratua mayoritas suku Bajo yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan. M4n
|