Lembaga Terkait Perlu Koodinasi Jaga Kesehatan Hewan2010-12-27 05:03:13
SAMARINDA-Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Syafak Hanung menjelaskan, upaya untuk menjaga kesehatan hewan khususnya di Kaltim, dinas dan lembaga terkait perlu melakukan koodinasi dan sinergi, sehingga terjalin kerjsama yang saling menguntungkan. “Sejumlah hewan perlu diwaspadai kesehatan dan keberadaannya baik oleh dinas kesehatan, peternakan, pertanian maupun instansi terkait lainnya. Hewan-hewan yang perlu diwaspadai yaitu sapi, kuda, kambing, babi, dan domba karena dapat menyebarkan penyakit zoonosis dan mudah berjangkit pada manusia,"jelas Syafak Hanung belum lama ini. Syafak Hanung menambahkan, sedikitnya terdapat 150 penyakit zoonosis di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia terdapat lebih dari 50 penyakit zoonosis antara lain rabies, pes, anthrax, dan lainnya.Penyakit zoonosis adalah penyakit yang secara alami dapat berpindah dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya. "Sementara itu, penyakit zoonosis juga terdapat pada binatang yang dipelihara oleh manusia, berupa anjing, kera, dan kucing. Selain itu, kelompok unggas juga berpotensi menularkan penyakit ini, seperti ayam, itik dan berbagai jenis burung," ujarnya. Diantara penyakit zoonosis yang paling berbahaya adalah rabies yang berasal dari gigitan anjing, kucing atau kera. Selain itu, penyakit zoonosis yang juga sangat merugikan adalah flu burung (H1N1)dan flu babi (H5N1). Syafak melanjutkan, jika penyakit rabies menjangkiti manusia melalui gigitan hewan pembawa penyakit rabies, dapat dipastikan 99 persen penderita atau korbannya akan meninggal dunia, apabila tidak ditangani cepat dan tepat. Sementara itu, bahaya penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI) terkadang efeknya dapat melebihi penyakit tersebut. Syafak mencontohkan, wabah flu burung selain berbahaya bagi manusia, ternyata juga dapat melumpuhkan ekonomi karena menurunnya konsumsi masyarakat terhadap daging unggas, terutama ayam dan itik serta produk telurnya. "Namun, Kaltim telah siap dengan dua penyakit zoonosis baik rabies, flu burung maupun flu babi, karena rumah sakit di Kaltim telah memiliki fasilitas sebagai upaya dalam mengantisipasinya,"ujarnya. mar/adv
|