Ratusan Karyawan Mall Lembuswana Demo PT CSISTuntut Tarif Parkir Khusus Karyawan
2010-12-27 05:55:04
SAMARINDA-Ratusan karyawan dari sejumlah tenant (pengewa gerai) menggelar aksi, Kamis lalu (23/12) pukul 09.00 Wita. Aksi mereka dilakukan di depan kantor PT CSIS di areal Mall Lembuswana. Mereka membawa media reklame dan karton berisikan tuntutan, agar memberlakukan tarif khusus karyawan. Menurut Zainal, kordinator aksi hingga kini belum ada keputusan dan kebijakan pemberlakuan tarif khusus itu. Hal ini dikarenakan kelambanan PT CSIS menyikapi keluhan para tenant yang telah menyampaikan secara lisan dan tertulis. "Makanya, kami menggelar aksi demo ini, agar tarif parkir khusus segera diberlakukan," kata Zainal. Menurut dia, karyawan meminta PT CSIS memberlakukan tarif khusus karyawan dengan tarif Rp25 ribu per bulan untuk motor dan Rp50 ribu per bulan untuk mobil. Sebab, pemberlakuan tarif parkir progresif terasa mahal, sehingga memberatkan tenant dan karyawan. Selain itu, jika ada keperluan, harus keluar masuk dari Mall Lembuswana hingga beberapa kali. "Jika dikenakan tarif progresif, maka akan mengalami kerugian, karena terjadi pembengkakan biaya," katanya. Selain itu, mereka menuntut PT CSIS meningkatkan pelayanan lebih cepat, terutama ketika kendaraan keluar masuk melalui loket karcis. Karena sejak diberlakukannya tarif parkir progresif dengan pembayaran ada pintu keluar, membuat kendaraan mengantri panjang. "Pengunjung kita mulai berkurang dan mengakibatkan penurunan omzet sekitar 10 hingga 20 persen," ujarnya Zainal. Sejak berlakunya tarif parkir progresif juga berpengaruh dengan kinerja karyawan tenant yang mendadak menjadi kurang disiplin. Banyak karyawan tenant yang kini terlambat ke kantor. Alasannya karena lama mengantre di loket karcis. "Ini disebabkan karena pintu khusus bagi karyawan tidak ada," jelasnya. Ia meminta agar pengawasan keamanan kendaraan lebih ditingkatkan. Kemudian, jika ada kehilangan atau kerusakan kendaraan, maka pengelola parkir wajib menggantinya. "Jadi tanggungjawab dapat lebih ditingkatkan dalam mengawasi keamanan kendaraan, tidak semata mencari keuntungan saja," tukasnya. aon
|