Ratusan Warga Damai Demo Walikota2010-12-28 04:44:18
BALIKPAPAN,Ratusan warga RT. 39, 31, 32, 33, 34, 36 dan 36 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan melakukan aksi demo dikantor Walikota Balikpapan menuntut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan segera memberikan perhatian terhadap tuntutan yang sudah disampaikan 3,5 tahun silam berupa kepemilikan hak atas lahan yang selama ini sudah menjadi tempat tinggal pensiunan tentara anggota TNI. Koordinator Aksi Demo, Purwanto, pensiun dari anggota TNI tahun 1992, Senin (27/12) mengatakan, selama ini pihaknya sudah menyampaikan keinginan kami agar pemkot bisa menyelesaikan hak-hak mereka atas lahan yang sudah kami tempati selama 39 tahun sebelum pensiun, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan, padahal kami ingin agar lahan yang kami diami selama ini sudah memiliki hak kepemilikan. Lanjut dia, tiga tahun lalu sudah meminta agar pemkot secepatnya menyikapi lahan milik Kodam VI/Mulawarman itu untuk dialihkan statusnya. "Karena kami sebagai anggota eks TNI yang kini sudah pensiun dan tidak memiliki rumah selain rumah yang ada selama ini untuk dijadikan hak milik dan ketika itu walikota yang diwakili Wakil Walikota H Rizal Effendi dan beberapa asisten sudah menyetujui rencana itu dan menerbitkan Izin Menguasai Tanah Negara (IMTN), tapi itu bukan hak atas tanah itu sedangkan kami menutnut agar tanah itu menjadi hak permanen," ungkap Purwanto. Kalau kita hanya diberikan IMTN, kata Purwanto, maka satu saat lahan itu akan diminta dan kami pasti akan diusir. "Olehnya kami minta agar walikota secara jujur menyatakan kalau lahan itu bisa dialih fungsikan menjadi hak milik atau tidak, kalau pak walikota takut maka jelaskan takut sama siapa, ini saja permintaan kami," pinta Purwanto. Didampingi Koordinator Lapangan (Korlap) Nanang, Purwanto mengatakan pihaknya tidak akan diam selama walikota tidak menunjukkan sikap yang membela rakyat kecil, apalagi selama kami melakukan aksi demo yang keempat kali ini tidak pernah ketemu walikota padahal harapan kami hanya sama walikota bukan kepada para asistennya yang tidak memiliki kapasitas memutuskan. Menurut Purwanto, sebenarnya cukup banyak mantan tentara yang sempat bertugas di Tmor Timur (Timtim) namun beberapa sudah meninggal dunia dan kini tinggal anak-anak mereka sedangkan bangunan yang ada sebelumnya kini sudah direhabilitasi dengan biaya sendiri sehingga tidak mungkin kami akan keluar dari lahan itu. Aksi demo yang dilakukan para pensiunan anggota TNI bersama keluarganya termasuk anak-anak sudah hadir dan duduk-duduk dihalaman pemkot Balikpapan dengan menggelar sejumlah spanduk yang bertuliskan menutnut rasa keadilan dan minta walikota segera menerbitkan kepemilikan lahan yang tadinya milik TNI menjadi milik para pensiunan sebab rumah sederhana yang dibangun dulu memang diserahkan kepada kami. ‘’Dulu kami diminta untuk menempati rumah-rumah itu, sekarang mau disuruh keluar begitu saja, ini tidak adil karena tidak disediakan lahan lain sebagai pengganti apalagi bangunan yang ada sebelumnya kini sudah direhabilitassi total oleh semua pemilik,’’ terang Purwanto yang tinggal di RT. 32. Ditanya kalau tanah itu milik negara tidak bisa dilimpahkan begitu saja, Purwanto membenarkan namun dia minta keadilan langsung dari walikota agar lahan yang selama ini ditempati diberikan hak hukum yang legal artinya dijadikan milik para pensiunan sehingga ketika tinggal dilokasi itu tidak dibebani dengan rasa cemas karena menempati lahan orang. Dia mengatakan, kalau keinginan para pendemo untuk ketemu walikota tidak berhasil maka mereka akan pulang dan menutup Jalan MT Haryono mulai dari depan SPBU Coco Milik Pertamina sampai ada kejelasan dari walikota soal lahan itu, dan ini keinginan warga. ‘’Pokoknya sampai pkl. 12.00 Wita siang ini pak walikota tidak mau bertemu dengan kami maka kami akan pulang dan menutup Jalan MT Haryono di Dam, jangan salahkan kami kalau tindakan ini kami lakukan hanya untuk menunut keadilan kepada Pemkot Balikpapan,’’ terang Purwanto. max
|