KNPI Berau Jangan Terjebak2010-12-29 00:27:11
TANJUNG REDEB,Dualisme kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Musyawarah Nasional (Munas) versi Ancol dan Bali, serta di tingkat Provinsi Kaltim, anggota DPRD Berau, Anwar S.Sos berharap KNPI Berau tidak terpengaruh, apa lagi terjebak . “Pemuda – pemuda Berau harus melakukan rekonsiliasi, duduk satu meja mencari konteks yang baik. Agar hubungan itu tetap harmonis, sehingga dinamika tetap berkembang,” ujarnya. Sebab, lanjut dia, hubungan emosional antar pemuda di Berau masih terlihat baik dan kondusif. Menurutnya, situasi seperti itu harus tetap terjaga sampai kapan pun. Sebab, hal itu juga berdampak terhadap terciptanya situasi kondusif di tengah masyarakat. Imbuhnya. Jadi menurut dia, jika ada anggota KNPI melakukan kesalahan, baik kecil maupun besar diharapkan jangan asal ditendang (pecat. red). Pasalnya, semua itu ada mekanismenya, dan mekanisme itu sendiri harus dilalui. “Mohon maaf ya, saya tidak membela orang yang dinilai pernah melakukan kesalahan. Tetapi menurut saya, lebih baik kita nasehati dulu. Kalau sudah dinasehati tetapi tetap melakukan kesalahan apa boleh buat. Ya kita tinggalkan saja dia,” tegasnya. Untuk apa memelihara seseorang, tetapi kerap melakukan kesalahan. Alangkah baiknya orang tersebut tidak dimasukkan ke dalam organisasi ini. “Dari pada penyakitnya menular ke anggota lainnya, kan lebih baik kita singkirkan. Karena organsisasi KNPI ini bukan organisasi abal – abal,” papar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Berau ini. Anwar yakin, anggota KNPI Berau semua berpotensi, sesuai bidangnya masing – masing. Sehingga tetap bisa solid, dalam setiap menjalankan program – programnya. Hanya saja, kata dia, banyak organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Berau sekarang ini kurang jalan. Bahkan menurut pengamatan dia, hingga sampai saat ini hampir tidak ada OKP yang mengadakan seminar atau dialog dengan masyarakat. Di ingatkan agar KNPI memperlihatkan kinerjanya, jangan hanya berkumpul pada saat KNPI Musda saja. Menurut hemat dia, mendatangkan nara sumber itu tidak harus dari luar Berau. Mengingat masih banyak tokoh masyarakat, kepala dinas, kepala badan dan kepala bagian yang berpotensi. “ Bila perlu sesekali hadirkan anggota Dewan untuk menjadi nara sumber, saya yakin teman – teman yang lain mau ,” ucapnya. roz
|