Terminal Bandara Berkonsep ModerenSejarah singkat bandara Kalimarau dan Teluk Bayur (Bagian- 2)
2010-12-29 00:28:07
SEIRING dengan kebutuhan masyarakat, Bandara Kalimarau Kabupaten Berau terus dilakukan peningkatan, bahkan site plannya saja mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 03 – 7046 – 2004, mengenai terminal penumpang bandara udara sebagai standar wajib peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2005. Perletakan massa bangunan mengacu pada masterplan 2002, bangunan terminal diletakkan di sumbu barat timur. Sedangkan bangunan-bangunan lain yang sangat berkaitan erat dengan operasional bandara diletakkan berhadapan langsung dengan landasan. Pertimbangan dalam pola tata massa yang sesuai dengan Ketentuan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) adalah, Seluruh bangunan yang berada di sisi darat harus sesuai dengan ketentuan KKOP, yaitu jarak aman runway ke bangunan di sesuaikan dengan tipe pesawat yang beroprasi. “Bandara Kalimarau ini nanti mampu melayani hingga tipe pesawat Boeing 737 – 400, atau klasifikasi bandara adalah 4 C,” kata M Irvan R. ST konsultan perencana Bandara Kalimarau. Konsep sirkulasi kendaraan yang memasuki bandara diatur berdasarkan tingkatan kepentingan, seperti kendaraan penumpang publik, VIP atau servis. Parkir kendaraan tersebar di masing-masing bangunan. Arsitekturnya, orientasi bangunan-bangunan utama menghadap landasan pesawat udara, sedangkan untuk bangunan pendukung lain menghadap jalan . Bentuk lengkung atap terminal penumpang diambil dari garis lengkung siluet penyu, yang merupakan salah satu bentuk yang ada pada simbol Kabupaten Berau. “Sedangkan garis atap bangunan lain, mengambil bentuk lengkung yang lebih sederhana. Untuk bentuk atap terminal vip diadopsi dari bentuk sayap burung wallet,” ujarnya. Arsitektur modern diterapkan pada bangunan-bangunan yang ada di bandara. Sedangkan arsitektur tradisional Kalimantan Timur diterapkan pada elemen interior dengan mempergunakan bahan - bahan berkesan modern. Sedangkan konsep struktur, dari hasil penyelidikan tanah yang sudah dilakukan, kedalaman tanah keras berada di 20-23 m sehingga pondasi yang digunakan adalah minifile 25 x 25. Untuk konstruksi lantai dasar memakai sistem struktur suspended slab, agar kontruksi lantai tidak cepat rusak, mengingat jenis tanah eksiting merupakan bekas tanah rawa. Sedangkan upper structure, sistem struktur yang digunakan sistem portal terbuka balok kolom beton. Sedangkan untuk bangunan yang tidak memperlihatkan atap seperti gedung administrasi gedung meteorologi, bangunan vip akan di gunakan rangka atap baja ringan (lightweight steel). Pada posisi terminal Domestik yang menghadap apron, jenis kaca yang digunakan, adalah jenis tampered dua lapis (6 mm + 6 mm tinted blue lapis laminate). Sedangkan yang menghadap tempat parkir, digunakan jenis tampered dua lapis (5 mm + 5 mm tinted blue dan clear). Dengan penggunaan dua lapis kaca ini, berfungsi tidak hanya menghalau panas matahari masuk ke ruangan, tetapi juga membuat pandangan dari luar tidak silau. Penggunaan lift di terminal Domestik diperuntukkan untuk pelayanan orang cacat dan mobilisasi barang. Sedangkan Ekskalator diletakkan berdampingan dengan tangga, untuk mempermudah proses mobilisasai tiap lantai, dimana nantinya ruang tunggu keberangkatan berada dilantai 2 dengan kapasitas 600 org, ditambah dengan 2 buah garbarata guna memberi pelayanan kepada penumpang atas dasar kebutuhan akan faktor kecepatan, ketepatan, keamanan, dan kenyamanan. Konsep elektrikal, supply daya listrik terdiri dari tiga macam. “ Pertama adalah pelayanan beban listrik tingkat paling tinggi ( very essential load). Daya listrik yang tidak boleh terputus, seperti untuk kebutuhan navigasi, komunikasi dan computer, untuk kebutuhan ini diperlukan sistem catu daya yang continue yaitu UPS ( uninterupted power supply),” paparnya. Kedua adalah, lanjut dia lagi, pelayanan beban listrik essential load. Daya listrik yang memungkinkan terputus sesaat seperti untuk penerangan di area kerja, area publik dan peralatan umum lainnya. Untuk bebutuhan ini disediakan sumber dari PLN dan back up genset yang berkemampuan switchingnya 8 dampai 20 detik. Sedangkan yang ketiga adalah pelayanan beban listrik non essential. Catu daya listrik untuk beban ini masih boleh terputus untuk beberapa saat, seperti untuk AC ruangan yang tidak begitu penting, atau sistem penerangan di daerah tertentu. (Wanda Nunung fachrurroziz/ bersambung)
|