Hargai Cabai Alami Kenaikkan2010-12-29 05:54:48
SAMARINDA-Perubahan iklim telah menyebabkan turunnya produktifitas beberapa komoditi pasar, salah satunya cabai. Akibatnya, kini harga cabai di pasaran mengalami kenaikkan, hingga membuat pembeli keberatan. Sebenarnya, kapasitas produksi cabai bukan disebabkan rendahnya tingkat produksi yang dihasilkan, tapi akibat menyusutnya luas lahan pertanian untuk komoditas cabai. Ini disebabkan perubahan musim yang tidak menentu sepanjang tahun 2010. Dimana akhir tahun ini, intensitas hujan semakin meningkat. Cabai sendiri merupakan salah satu jenis sayuran yang rentan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Karena mayoritas petani cabai di Samarinda memilih beralih menanam padi atau jagung yang lebih tahan terhadap curah hujan tinggi. Pada bulan ini, sebenarnya merupakan musim panen cabai. Namun, karena pengaruh musim, tidak banyak panen yang bisa dihasilkan. Sehingga, kini cabai menjadi komoditas cukup langka di pasaran. Menurut salah seorang pedagang cabai di Pasar Segiri, Budi (45), bahwa naiknya harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai kecil disebabkan jumlah pasokan dari agen mengalami penurunan. Sehingga, stok di pasar menipis, sedangkan daya beli masyarakat semakin tinggi. "Memang stok cabai merah sejak sepekan terakhir tidak banyak. Sedangkan permintaan pelanggan terus meningkat," katanya, Selasa (28/12), saat berjualan di Pasar Segiri. Saat ini, kata dia, harga cabai merah keriting mencapai Rp40.000/kg dari harga normal Rp20.000/kg, cabai merah besar Rp35.000/kg dari harga normal Rp25.000/kg, dan cabai kecil Rp65.000/kg dari harga normal Rp60.000/kg. aon
|