PN Diuntut Tuntaskan Kasus Korupsi

2010-12-31  05:56:21

SAMARINDA-Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kota Samarinda, Kamis (30/12) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Mereka menuntut agar lembaga tersebut segera malakukan upaya-upaya terhadap pemberantasan korupsi di Samarinda.
Uniknya, tuntutan itu dilakukan dengan cara mengadakan sidang jalanan mengenai beberapa kasus korupsi yang saat ini disidangkan dipengadilan negeri Samarinda.
Puluhan Anggota LAKI dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat awalnya melakukan perjalanan dimulai dari sekretariat LAKI di jalan AW Syahranie Samarinda.
Massa membawa keranda dan ular piton berukuran sedang yang dinaikan diatas sebuah mobil Pick up, disepanjang perjalanan koordinator aksi melakukan orasi.
Setiba di kantor Kejaksaan negeri Samarinda massa langsung melakukan sidang didepan pintu masuk kantor Kejaksaan negeri SaMarinda.
Sama seperti persidangan yang dilakukan di PN Samarinda, dalam persidangan yang dilakukan dengan format parodi ini juga ada 3 orang hakim, dua orang jaksa dan Penasehat hukum yang semuanya menggunakan toga hitam.
Hanya saja, salah satu jaksa terlihat memperlihatkan perutnya yang buncit. Sidang Jalanan ini memperlihatkan persidangan di PN Samarinda yang sedang menyidangkan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial pengadaan sapi kurban di kota Samarinda yang telah menetapkan dua orang menjadi tersangka yakni Marwoto dan Zainudin.
Dalam persidangan ini terlihat majelis hakim yang dipimpin Koordinator LAKI M Hasbi Ibrohim membahas persoalan penunjukan langsung yang dilakukan pemkot.
Sidang jalanan yang berlangsung kurang lebih 1 jam ini cukup mendapatkan perhatian masyarakat khususnya pengguna jalan yang melintas di jalan M Yamin.
Koordinator Aksi LAKI, M Hasbi Ibrohim mengatakan bahwa aksi ini merupakan wujud keperdulian LAKI kepada lembaga peradilan, "Kami ingatkan kepada para hakim, jaksa dan aparat penegah hukum lainnya bahwa LAKI selalu memonitor kegiatan pemberantasan korupsi di Kaltim," kata M Hasbi.
LAKI berani pasang badan dan melaporkan ke penegak hukum jika mendapati ada aparat penegak hukum yang coba-coba bermain main terhadap kasus korupsi.
“Jangan lagi bermain kasus. Itu pelanggaran serius dan tindakan korupsi yang tidak bisa ditolerir. Ini peringatan kepada aparat penegak hukum karena kami saat ini ada dimana-mana,” kata Ketua DPC LAKI Kaltim, Hasbi Ibrohim.
Ini merupakan refleksi dari kegiatan pemberantasan korupsi di Kalimantan Timur, Kami hanya ingatkan bahwa LAKI memiliki bukti bahwa ada kasus besar yang saat ini tersimpan di Kaltim.
"Kasus ini lebih besar dari kasus Gayus, LAKI akan buktikan itu  karena dikaltim banyak sekali gayus-gayus tambunan yang nilai korupsinya mencapai Rp 100 miliar," kata M Hasbi.
Kami melihat masih banyak kasus-kasus yang dimainkan oleh aparat penegak hukum, dari itu dalam sidang jalanan kali ini kami ingin menunjukan seorang jaksa buncit yang ternyata suka mempermainkan kasus.
Sementara itu dalam pertemuanya dengan Kejari Samarinda Sugeng Purnomo SH Hasbi mengatakan bahwa Kejari berjanji akan menindak tegas para koruptor yang saat ini belum tersentuh hukum.
Disinggung mengenai beberapa tersangka kasus korupsi yang saat ini masih bebas Hasbi mengatakan bahwa hal itu merupakan strategi Kejari Samarinda untuk mengungkap kasus korupsi.
"Kejari berjanji akhir Januari 2011 para koruptor tidak akan bisa bebas menggunakan kekayaanya," kata Hasbi. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...