Gubernur Minta Daerah Benahi Infrastruktur Obyek Wisata2011-01-03 05:48:49
SAMARINDA-Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta kabupaten/kota dapat membenahi infrastruktur obyek wisata di daerahnya masing-masing. Terutama kondisi jalan menuju obyek wisata. Ini disampaikan Awang bertepatan dengan pergantian tahun 2010-2011 pukul 00.00 wita di Kantor TVRI Kaltim. Dimana, Awang yang didampangi Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy berserra unsur Muspida kembali mencanangkan Visit East Kalimantan Year 2011. Pembenahan insfrastuktur obyek wisata itu bertujuan uutuk memajukan pariwisata di Kaltim. "Kabupaten/kota yang memiliki obyek wisata diharapkan bisa membangun infrastruktur. Terutama membangun jalan menuju obyek wisata. Akses jalan itu diharapkan bukan tanah lagi, tetapi semuanya sudah di hotmix, sehingga semua obyek wisata bisa dijangkau oleh para pengunjung, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara," jelas Awang Faroek Ishak. Menurut Awang, Kabupaten/Kota mesti bisa mengembangkan obyek wisatanya. Sehingga dapat menjadi motivasi dan menarik para pengunjung. Diharapkan bukan saja memberikan masukan PAD bagi daerah tetapi masyarakat sekitar obyek wisata kerekonomiannya juga bisa meningkat. "Obyek wisata yang dimiliki setiap daerah harus bisa diperkenalkan melalui even pariwisata, walaupun diselenggarakan sekali setahun. Tetapi efeknya, selain memperkenalkan obyek-obyek pariwisata yang dimiliki dan memberikan masukan kontribusi bagi PAD, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. Diketahui data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim menunjukkan bahwa Kaltim memiliki obyek wisata sebanyak 402 buah yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Dan, tahun 2010 Kaltim berhasil menarik wisatawan mancanegara mencapai 24.410 orang, meningkat dari 21.492 orang pada tahun sebelumnya. Sementara itu perolehan devisa mencapai USD24,410 juta, dengan rata-rata lama tinggal untuk berwisata mencapai 8 hari. Sedangkan Wisatawan nusantara atau domestik juga meningkat dari 1.131.906 orang pada 2009 menjadi 1.174.626 orang pada tahun 2010, dengan lama tinggal rata-rata 4 hari. ”Dengan melihat data tersebut, yakinlah kita bahwa sektor kebudayaan dan pariwisata Kaltim, dimasa yang akan datang akan tetap cerah. Jika selama ini pembangunan kita mengandalkan pada pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) berupa hutan, minyak dan gas bumi serta hasil pertambangan yang mulai menurunan,” kata Awang Faroek. mar
|