Tiga Kota di Kaltim akan Berdiri Kantor BNN2011-01-05 06:53:13
SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menjelaskan, Badan Narkotika Nasional (BNN) sangat berkomitmen dalam upaya memberantas peredaran dan penggunaan Narkoba di daerah, hal itu dibuktikan dengan akan dibangunnya kantor badan narkotika di tiga kota di Kaltim, yaitu Kota Samarinda, Balikpapan dan Kota Tarakan. "Penandatanganan MoU antara Gubernur Kaltim, dan kepala BNN tentang pembangunan gedung kantor Badan Narkotika di 3 kota yaitu Kota Samarinda, Balikpapan dan Kota Tarakan, merupakan komitmen Badan Narkotika Nasional untuk memberantas peredaran penanggulangan narkoba ditanah air dan kususnya di Kaltim, oleh karena itu upaya tersebut harus kita dukung sepenuhnya,"kata Farid Wadjdy kepada Poskota Kaltim usai penandatangan MoU diruang Serba Guna kantor Gubernur Kaltim Selasa (4/1). Farid menambahkan, dengan adanya MoU tersebut merupakan bukti nyata BNN dalam menyonsong badan narkotika provinsi dan kabupaten kota sebagai sebuah lembaga atau institusi vertikal, oleh karena itu BNN RI membangun fasilitas gedung kantor Badan narkotika provinsi ataupun di kabupaten kota. "MoU terkait pelaksanaan pembangunan gedung kantor badan narkotika di tiga kota yaitu Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kota Tarakan yang baru saja dilaksanakan, dimana biaya pembangunan fisik gedung badan narkotika tersebut sepenuhnya akan dibiaya oleh pusat melalui APBN yang ditempatkan pada Badan Narkotika Nasional, sementara kita ada kewajiban untuk menyediahkan lahannya saja dalam bentuk hibah sesuai MoU,"papar Farid Menurut Farid, terget BNN tahun ini akan mendirikan gedung kantor di 75 kabupaten dan kota dan 10 provinsi yang harus terbangun pada tahun 2011 ini, dan 10 provinsi tersebut salah satunya adalah Kaltim dan 75 kabupaten kota, 3 diantara akan dibangun di Kaltim yaitu di Kota Samarinda, Balikpapan dan Kota Tarakan, sementara puluhan lainnya berada dikabupaten dan kota serta provinsi lainnya. "Satu hal yang memprihatinkan adalah dari segi peredaran, Kaltim berada di urutan 4, sementara untuk posisi pengguna narkoba Kaltim berada diurutan ke 5, hal itu sesuai analisis kepala BNN pusat, karena pertumbuhan perekonomian di Kaltim yang luar biasa, sehingga menarik minat market, antara peredaran dan pengguna mempunyai korelasi atau hubungan yang tidak bisa terpisahkan. Karena itu, kedepan baik BNN pusat, Provinsi dan kabupaten/kota harus bisa bekerja keras, bagaimana caranya agar hungungan antara peredaran dan pengguna bisa dimanimalisir," paparnya. mar
|