Balikpapan Raih Penghargaan Kerukunan Umat Beragama

2011-01-06  04:00:44

BALIKPAPAN,Balikpapan kembali mengukir prestasi tingkat nasional dan kali ini dibidang keagamaan sedangkan penilaian dan penghargaan karena walikota Balikpapan H. Imdaad Hamid, SE  dinyatakan berhasil dalam membina kerukunan umat beragama melalui ‘Penghargaan Amal Bakti bidang Kerukunan Umat Beragama dan bidang Pendidikan Agama yang diserahkan langsung Menteri Kementerian Agama RI, Suryadharma Ali, di Jakarta baru-baru ini.
‘’Penghargaan ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan, kendati demikian prestasi tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa ada upaya mempertahankan ataupun terus memperbaiki kondisi yang ada,’’ kata Imdaad Hamid, kemarin dibalai lantai III Kantor Walikota jln. Jenderal Sudirman, Balikpapan
Setiap keberhasilan menunjukan prestasi, namun disaat bersamaan prestasi juga mengundang tantangan tertentu dan  tantangan inilah yang harus kita jawab bersama dengan segala upaya dan kerja sama kita, kata Imdaad lagi.
Menurut Imdaad Hamid, tantangan prestasi ini dilihat dari suksesnya Indonesia dalam meyelengarakan ibadah haji tahun 2010 namun tidak ada jaminan pada tahun 2011 ini peyelenggaraan ibadah haji semakin baik, bahkan bisa saja lebih buruk dari tahun lalu itu yang saya tangkap dari pidato menteri Agama RI Suryadharma Ali.
Seperti diketahui, Wali Kota Balikpapan, menjadi satu-satunya kepala daerah yang menerima penghargaan Amal Bakti bidang Kerukunan Umat Beragama dan bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan se-Indonesia, penghargaan diberikan langsung Menteri Agama Suryadharma Ali di Auditorium Kantor Kementrian Agama Jl. Thamrin, Jakarta,  Senin (3/1) lalu.
Imdaad didampingi  para  tokoh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Balikpapan, yakni Ketua FKUB Drs. Abdul Muis, Roem Arbain (tokoh Islam), Pdt Hiras Tambunan (tokoh Kristen), Ida Bagus Kunte (Hindu), Rony Ciang (Walubi) dan Akin Sudharta (Konghucu).
"Penghargaan juga diterima 6 Gubernur dan 10 bupati se-Indonesia, para penerima dianggap berjasa bidang agama. Khususnya pendidikan agamanya seperti madrasah dan lain-lain, sedangkan Balikpapan khusus untuk kerukunan antar umat beragama,” sebutnya.
Penghargaan ini dinilai dari berbagai aspek seperti sisi kebijakan daerah dalam rangka mendorong FKUB berjalan dengan baik serta menyosialisasikan pada kalangan umat beragama sebagai masyarakat Balikpapan, selain itu mendorong sikap warga yang selama ini menjaga Kota Mainatul Iman tetap aman dan kondusif
Buktinya selama ini tidak ada konflik horizontal antar agama dan penilaian atau evaluasi dilihat selama empat tahun terakhir sejak 2006 hingga 2010 ini dimana FKUB merupakan bentukan pemerintah pusat sejak tahun 2006 lalu.
"Setiap daerah memiliki forum ini dan  kita dianggap bagus membina kerukunan umat dimaksud, ” tuturnya.
Diakuinya, saat berada di pesawat menuju Balikpapan pihaknya sempat membaca sebuah tulisan dimana salah satu isinya menyinggung konflik umat beragama sepanjang tahun 2010 terjadi  88 kasus atau konflik yang terjadi di Indonesia dan dari tulisan ini bisa diambil hikmahnya bahwa setiap konflik terjadi pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat sementara pelaku atau provokator yang sengaja menginginkan pecahnya konflik justru menghilang dan yang tersisa hanya luka dan penderitaan, hilangnya harta kekayaan yang kemudian berpengaruh terhadap pembangunan yang mandek.
Masih menurut Imdaad Hamid, dari 88 kasus konflik umat beragama tersebut tidak ada yang terjadi di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan dan wajib dijaga, jangan sampai ada konflik karena yang menderita adalah masyarakat.
Sejauh ini, diakuinya ada beberapa permasalahan yang menyangkut umat beragama di Balikpapan utamanya pendirian rumah ibadah yang terkadang banyak ditentang warga sekitar. Namun menurut Imdaad, sekarang ini izin membangun rumah ibadah harus melalui rekomendasi FKUB Kota Balikpapan dan tentunya harus melalu perizinan aparat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT setempat.
Imdaad juga mengatakan ada tantangan yang mesti diwaspadai saat ini yakni berupa konflik internal agama namun konflik internal juga bisa memicu terjadinya konflik eksternal antar umat beragama dan untuk mengantisipasi hal itu kuncinya toleransi, kalau tidak ada titik temu maka kita bicara toleransi.
Dia  juga megaku sangat berterimakasih kepada seluruh warga Balikpapan sebab penghargaan tersebut merupakan pencapaian komulatif warga Balikpapan karena pemerintah hanya bertugas sesuai kewenangannya memproteksi masyarakat.
"Selama tidak ada kendala kita berharap kebersamaan ini terus terjalin," ingat Wali Kota Balikpapan yang akan segera mengakhiri masa tugasnya di tahun 2011 ini. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...