Jangan Cemari Sungai Belayan dengan MercuryTegakah, Masyarakat Belayan Konsumsi Limbah Kimia
2011-01-06 04:45:39
TENGGARONG, Menurut informasi dari Ketua Komisi I DPRD Kutai Kartanegara, Guntur dengan adanya wilayah pertambangan rakyat di wilayah Kecamatan Tabang, khususnya perihal pertambangan biji emas. Yang terindikasi menggunakaan bahan-bahan kimia, seperti air raksa atau Mercury. Tentunya hal ini akan membuat resah warga setempat, dimana kejadian-kejadian dampak mercury seperti di wilayah Sulawesi dan lain sebagainya, jangan sampai menimpa warga di bantaran Sungai Belayan, khususnya warga Kecamatan Tabang. "Itu merupakan wilayah dapil saya, jadi saya mengatahui kondisinya. Apabila benar pertambangan emas itu menggunakan bahan kimia, seperti Mercury. Akan berdampak negatif bagi kehidupan warga setempat, karena warga menggantungkan keperluan rumah tangga dari Sungai Belayan tersebut. Mulai dari untuk air minum, memasak, mandi dan seterusnya. Kalau tidak dihentikan, saya khawatir sangat tidak tega melihat masyarakat Belayan akan terkontaminasi limbah Mercury yang dampaknya pasti negatif bagi kesehatan. Karena secara langsung ataupun tidak langsung masyarakat disepanjang Sungai Belayan akan mengkonsumsi limbah kimia," katanya. Sebagaimana pemberitaan Poskota Kaltim, kemarin Rabu (5/1) bahwa atas nama Komisi I DPRD Kutai Kartanegara, Guntur menegaskan meminta kepada aparatur terkait, baik itu Tim dari Provinsi Kaltim dan Tim Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan melakukan crosscek dilapangan segera mengambil tindakan, yakni melakukan penutupan pertambangan rakyat tersebut. Mengingat permasalahan ini sudah berkembang hingga tingkat Provinsi Kaltim bahkan mengarah keranah hukum. Maka tidak ada koordinasi yang sifatnya berbelit-belit, silahkan langsung melakukan peninjauan lapangan. Lantas bagaimana hasilnya apakah pertambangan itu legal ataupun illegal, jika membahayakan lingkungan sekitar. Tidak ada kata lain yang harus disepakati kecuali dilakukan penutupan pertambangan. "Kalau sudah menggunakan zat kimia, tentunya akan membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Solusinya yakni pertambangan rakyat tersebut harus ditutup secepatnya," tegas Guntur.dp
|