Dishub Segera Undang Para Pedagang2011-01-07 06:01:05
BALIKPAPAN, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan, segera mengumpulkan para pedagang sepanjang Jl. Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi daerah bebas parkir. Mulai dari Balikpapan Plaza sampai kantor Imigrasi, tujuannya untuk memaksimalkan sosialisasi sterilisasi larangan parkir di tepi jalan. "Para pedagang itu akan kita undang secara resmi dan undangan akan disampaikan langsung oleh petugas dari Dishub Balikpapan, " kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Ali Munsjir Halim, SE, MM. Munsjir menungkapkan, bahwa banyak pihak yang terlibat dalam program ini salah satunya adalah unsur pemilik toko mulai dari depan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau depan Balikpapan Plaza (BP) sampai simpang Tiga Kantor Imigrasi, Klandasan dan dalam soailisasi ini, kami akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pedagang terkait pentingnya program tersebut sebagai langkah mengurangi kemacetan. ‘’Sekarang masih sosialisasi, namun beberapa kendaraan yang tidak mengindahkan aturan terkaikt bebas parkir mulai ditilang dan perlu diketahui kalau kami memiliki catatan plat kendaraan yang parkir sepanjang program ini dijalankan,’’ ujarnya. Sebelumnya, beberapa pedagang meminta pemkot untuk mengubah aturan tertib parkir di kawasan tersebut, mereka memita agar kendaraan sepedamotor diperbolehkan parkir, khususnya masyarakat yang hendak berbelanja di pertokoan Klandasan ini. Dan keinginan mereka bukannya tidak beralasan karena konsumen terbesar rata-rata ada warga pengendara sepeda motor. ‘’Yah kalau bisa sepeda motor dibolehkan parkir lah, kalau mobil mungkin tidak masalah untuk dilarang karena memang kendaraan besar dan bisa bikin macet,’’ beber sejumlah pedagang, yang minta namanya tidak dikorankan. Hal senada juga disampaikan Meri, pemilik Toko Sumber Bahagia, menurutnya, sejak pagi hingga siang hari, tokonya mengalami penurunan konsumen meskipun tidak terlalu signifikan. Ia mengkhawatirkan kalau kondisinya tidak semakin membaik, tetapi justru semakin parah terutama bagi perkembangan nasib para pedagang. Menyikapi permintaan soal penerapan interval waktu, Munsjir menuturkan, pihaknya terus menganalisa dan mempertimbangkan hal tersebut. "Yang terpenting sekarang sosialisasi ini terus berjalan apalagi sekarang ini sudah banyak masyarakat yang paham. Dan mulai mengubah kebiasaan untuk berjalan kaki dari kantong parkir tapi sekali lagi ini terus kami evaluasi," lanjutnya. max
|