Program Laptop Hanya untuk Guru PNS2011-01-07 06:51:01
TENGGARONG, Program 1 laptop untuk 1 guru di Kabupaten Kutai Kartanegara sepertinya bakal benar-baner terelaisasi pada tahun anggaran 2011, sebagaimana janji yang diucapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Namun, tidak semua guru di Kukar bakal mendapatkan laptop. Laptop akan diberikan kepada guru yang hanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wakil Ketua DPRD Kukar Marwan SP mengatakan, bahwa program pengadaaan laptop untuk satu guru satu laptop di Kukar sah-sah saja untuk dilakukan, dan DPRD setuju akan program tersebut.”Sepanjang untuk kemajuan pendidikan kenapa tak kita dukung. DPRD setuju program itu,” kata Marwan diruang kerjanya belum lama ini. Hanya saja, lanjut Marwan, tidak semua guru di Kukar akan mendapatkan laptop, guru yang masih berstatus sebagai guru honor tidak akan diberikan, untuk tahun anggaran 2011 ini baru guru PNS saja yang akan menerima melalui anggaran di Dinas Pendidikan. “Saya lupa berapa nilai untuk program laptop tersebut, namun yang jelas kita sudah sepakat untuk tahap awal ini guru PNS yang akan menerima, sementara untuk guru honor belum tahu, mungkin tahap kedua nanti,” tandas Marwan. Secara terpisah tokoh pemuda Kukar Wahyudi, menilai program pengadaan satu laptop untuk guru di Kukar belumlah sesuai kebutuhan yang diinginkan masyarakat, utamanya dalam hal memajukan dunia pendidikan, sebab masih banyak sarana prasana sekolah yang belum terlengkapi, gedung sekolah rusak dan sumber daya manusia pendidik yang mesti ditingkatkan. “Program laptop menurut saya belum sesuai kebutuhan, sehingga ini hanya akan mubazir dan membuang biaya saja. Apalagi daerah ulu Kukar belum ada listrik terus nanti bagaimana menggunakanya,” kata Wahyudi. Wahyudi menambahkan, program tersebut perlu benar-benar dipertimbangkan, agar terarah dan bisa tepat guna untuk kepentingan masyarakat.”Dengan adanya program tersebut anggaran pendidikan naik dratis hingga mencapai Rp700 miliar lebih, sementara anggaran Dinas PU malah yang biasa lebih Rp1 triliun ditahun anggaran 2011 ini tinggal Rp400 miliar lebih,” ujar Wahyudi. awi
|