Salah Penggunaan Anggaran Persulit Pembangunan2011-01-07 06:56:16
SAMARINDA-Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda, H Nursobah, menyarankan agar pemkot menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 ini lebih realistis. Pasalnya, APBD 2011 secara umum turun menjadi Rp1,802 triliun. Salah penggunaan anggaran, maka akan mempersulit gerak laju pembangunan di Samarinda. “Ini harus menjadi perhatian serius bagi eksekutif dalam penggunaan anggaran. Jangan sampai alokasi anggaran tidak tepat sasaran dan berakibat mubadzir,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Samarinda, H Nursobah S Kom M Kom, kemarin. Dia mengemukakan meskipun anggaran pendidikan ikut turun seiring dengan kemampuan pendapatan. Tetapi tetap dalam formasi 20 persen atau 21,45 persen tepatnya dara APBD. Dipastikan anggaran Bosda dan insentif guru lancar dengan alokasi sesuai kebutuhan. “DPRD Samarinda akan mengawasi secara ketat seluruh alokasi anggaran tahun 2011 agar tidak menjadi APBD yang asal-asalan. Karena kesalahan perencanaan,” katanya. Alokasi anggaran kesehatan, lanjutnya, tetap diatas 5 persen. Khususnya untuk belanja jaminan kesehatan bagi warga Samarinda. “Ini merupakan definisi kesejahteraan dalam bidang kesehatan,” tekannya. Menurutnya, DPRD Kota Samarinda mendukung program walikota untuk membangun seluruh kebutuhan infrastruktur sekolah. Sejak APBD 2011 hingga 3 tahun kedepan “Untuk pendidikan dan kesehatan sudah sewajarnya menjadi prioritas. Hal ini seiring dengan program walikota untuk selalu memperhatikan kepentingan masyarakat<’ katanya menambahkan. Dia juga menekankan, sekolah gratis dalam definisi pemerintah masih sebatas gratis bea sekolah. Sangat diharapkan dimasa mendatang juga gratis buku dan perangkat lainnya. DPRD Kota Samarinda, katanya, mendukung 25 persen siswa tidak mampu disetiap sekolah mendapat support dan sekolah hraus mengalokasikan anggarannya. “DPRD Kota Samarinda mendukung jika infrastruktur sekolah dibantu perusahaan baik tambang maupun sektor lainnya. Hal ini sebagai upaya meningkatkan partisipasi dunia usaha untuk membangun Samarinda. “Dengan gerak dan langkah yang seirama dengan semua komponen masyarakat, saya yakin percepatan pembangunan akan segera terwujud,” katanya. sob
|